Kasih Karunia Tuhan Bagi Orang-orang yang Miskin Dalam Roh
Kalangan Sendiri

Kasih Karunia Tuhan Bagi Orang-orang yang Miskin Dalam Roh

Lori Official Writer
      1273

Efesus 1: 7

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 111; Lukas 23; Hakim-Hakim 9-10

Di dalam buku berjudul The Ragamuffin Gospel karangan Brennan Manning, dituliskan tentang pengamatannya yang sangat cerdik terkait orang-orang yang miskin dalam roh. 

Tulisnya, “Orang berdosa yang diselamatkan bersujud dalam penyembahan, tersungkur dalam kekaguman dan pujian. Dia tahu pertobatan bukanlah tentang apa yang kita lakukan untuk memperoleh pengampunan; itulah yang kita lakukan karena kita telah diampuni.” 

Menjadi miskin dalam roh berarti hidup dalam pertobatan yang terus menerus, yang didasarkan pada pengampunan yang sudah dijanjikan dari Allah yang adil dan penuh kasih.

“Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.” (Efesus 1: 7)

Ayat ini menyampaikan kepada kita bahwa dengan kasih karunia kita dijanjikan oleh Tuhan pengampunan setiap kali kita bertobat. Kita tidak perlu mempertanyakan apakah kita sudah diampuni atau tidak. Setiap tetes darah Yesus membuktikan komitmen Allah baik terhadap keadilan maupun pengampunan. Dengan pengorbanan Yesus yang penuh kuasa, Anda dan saya sudah menerima pendamaian dengan Allah yang kudus.

Jika kita ingin mengalami kepenuhan hidup yang disediakan bagi kita oleh pengampunan Tuhan, kita harus berusaha menjadi miskin dalam roh. Saat kita hidup seolah-olah kita memiliki segalanya, kita tidak lagi akan merasa membutuhkan pertobatan dan pengampunan yang bersifat terus menerus. Saat kita membandingkan kebenaran dengan orang percaya yang lain, seperti disampaikan dalam 1 Petrus 1: 16, “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”, kita mengadopsi sikap yang kaya akan roh. Saat kita percaya bahwa kita kaya secara rohani berarti kita sedang tidak lagi membutuhkan penyediaan Allah yang terus menerus bagi kita. 

Tidak seorangpun dari kita yang tidak membutuhkan pengampunan Tuhan. Tidak seorang pun dari kita bisa melangkah dari ketergantungan kita kepada Tuhan sepenuhnya dan menjalani kehidupan kita tanpa pengorbanan Yesus dikayu salib.

Sebaliknya, mereka yang terus menerus hidup dalam keadaan miskin secara rohani mengalami sukacita dan damai sejahtera yang berlimpah karena dipenuhi sepenuhnya oleh kasih Allah yang tak bersyarat. Kita tidak perlu membersihkan diri untuk datang kehadapan Bapa surgawi kita. Kita tidak perlu menyatukan tindakan kita sebelum kita menerima pengampunan atas dosa-dosa kita. Faktanya, semakin cepat kita berpaling kepada Tuhan di tengah kekacauan kita, semakin kita mengalami uluran tangan Bapa surgawi kita yang selalu terbuka atas kita (Lukas 15: 11-32).

Selalu ada sukacita yang kudus dan sempurna dari Tuhan atas kita di dalam setiap kelemahan kita. Ada kedamaian ketika mengetahui bahwa kita sudah diterima dan dikasihi oleh Bapa surgawi kita. Kehidupan kekal dalam kerajaan-Nya akan menjadi bagian dari orang-orang yang dipenuhi dengan kekaguman, hormat, kerendahan hati dan pengakuan atas kelemahan mereka dan secara terbuka mau menerima pengampunan dan kasih karunia-Nya. 

Hari ini, mari merendahkan diri untuk menerima pengampunan dan kasih karunia Tuhan. Selidikilah hidup Anda dengan penuh kejujuran. Carilah pertobatan yang terus menerus dan ketika Anda mencari pengampunan maka Anda akan selalu bertemu dengan pengampunan belas kasihan dari Allah Bapa.

 

Hak cipta First15.org, diambil dari renungan Crosswalk.com

Ikuti Kami