Tuhan Tidak Pernah Kehabisan Cara untuk Menolong Anak-Nya – Kristina

Milenial / 16 April 2022

Kalangan Sendiri

Tuhan Tidak Pernah Kehabisan Cara untuk Menolong Anak-Nya – Kristina

Claudia Jessica Official Writer
1268

Kristina Sembiring, seorang wanita asal Karo yang aktif pelayanan di gereja sebagai guru sekolah minggu ternyata memiliki masa lalu yang cukup kelam.

 

Diperkosa mantan kekasih

Saat usianya menginjak 22 tahun, Kristina diperkosa hingga hamil oleh mantan pacarnya lantaran tidak bisa menerima bahwa hubungan mereka telah berakhir. Ketika diminta pertanggungjawaban, pria tersebut mengelak dan kabur begitu saja.

 

Ditolak keluarga

Tidak mau menggugurkan kandungannya, Kristina memberanikan diri untuk menceritakan keadaannya tersebut kepada kedua orangtuanya. Sayangnya pengakuan Kristina tidak ditanggapi dengan baik. Karena mengalami penolakan dari keluarga dan mantan pacarnya, Kristina memutuskan untuk pergi merantau ke Pekanbaru.

Saat Kristina berusaha bangkit dari keterpurukannya, sempat terlewat di benaknya untuk menggugurkan kandungannya. Kristina mempersiapkan semua hal yang diperlukan untuk mengugurkan kandungannya.

Suatu malam, Kristina tanpa sengaja menonton tayangan Solusi TV yang mengisahkan seorang wanita yang diperkosa oleh satpam hingga hamil. Wanita itu memutuskan untuk menggugurkan kandungannya dan setelahnya dia merasa sangat menyesal. Ia dihantui oleh rasa bersalah seumur hidupnya. Karena merasakan perasaan yang dialami oleh wanita tersebut, Kristina mengurungkan niatnya karena takut menyesal seperti wanita yang ia tonton di tv.

Dengan berjalannya waktu, hubungan Kristina dan orangtuanya perlahan membaik. Bahkan ibunya mendatangi Kristina yang merantau seorang diri di Pekanbaru menjelang persalinannya dan pemulihan terjadi dalam hubungan mereka. Setelah melahirkan, Kristina tinggal bersama pendeta yang berusaha membimbing dan mendidiknya karena Kristina masih belum bisa melupakan dan memaafkan masa lalunya.

 

Memulai kehidupan baru

Selama tinggal bersama pendeta, Kristina bertemu dengan pria yang mau menikahinya dan menerima keadaan Kristina yang telah memiliki anak. Melihat ketulusan pria tersebut, Kristina luluh dan bersedia menikah dengan pria tersebut meski belum mencintainya.

Sayangnya hubungan rumah tangga mereka tidak berjalan dengan baik. Mereka sering kali bertengkar, bahkan suaminya sering bersikap kasar pada anak di luar pernikahan mereka. Hal ini membuat Kristina membenci suaminya dan muncul niat untuk bercerai. Namun ia tidak bisa mengambil keputusan itu begitu saja karena memikirkan kedua anaknya dari pernikahan bersama suaminya.

Kepahitan hidupnya akibat perbuatan para pria membuat Kristina kecewa kepada Tuhan. Ia bertanya-tanya, “Mengapa Tuhan membiarkan aku mengalami banyak hal pahit dalam hidup ini? Padahal aku telah melayani Tuhan sejak muda. Kenapa aku tidak merasakan kebahagiaan?”

Terlebih lagi ketika sang suami dituduh mencuri, semua tetangga merundung keluarga mereka. Akibatnya Kristina dan keluarganya tidak berani keluar rumah karena takut. Dalam masa-masa sulit ini, Kristina dengan setia menonton tayangan SOLUSI. Lewat tayangan ini, Kristina rindu mengalami pemulihan seperti yang dialami oleh para narasumber yang muncul di SOLUSI tapi ia tidak tahu apa yang harus dilakukan.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : Sahabat24
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami