Hati yang Angkuh Mendahului Kehancuran
Kalangan Sendiri

Hati yang Angkuh Mendahului Kehancuran

Lori Official Writer
      935

Amsal 18: 12

Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 87; Roma 15; Ulangan 21-22

Sebuah pepatah lama berkata, ‘peristiwa yang akan datang membuat bayangan mereka jauh ke depan’. Orang bijak mengajarkan kita bahwa hati yang angkuh adalah awal dari kejahatan. 

Keangkuhan atau kesombongan merupakan tanda kehancuran. Sama seperti saat perubahan merkuri di barometer menandakan datangnya hujan. Ketika manusia menunggangi kuda yang tinggi, kehancuran selalu menyusul mereka.

2 Samuel 24: 10 dikisahkan bagaimana hati Daud yang pedih menandakan penyesalan atas perbuatannya yang bodoh. Sementara Nebukadnezar, sang pembangun Babel, dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung (Daniel 4: 33).

Kesombongan membuat si pembual menjadi seperti binatang, seperti dahulu kala dimana malaikat menjadi iblis. Tuhan membenci perawakan yang angkuh dan yang tidak pernah rendah hati. Tuhan akan mengarahkan semua anak panah kepada hati yang sombong.

 

Baca Juga:

Sombong Karena Merasa Rendah Hati

Kesuksesan Seringkali Jadi Tempat Berkembangnya Kesombongan

 

Wahai orang-orang percaya, apakah hati Anda dipenuhi keangkuhan? Karena orang Kristen pun bisa memiliki hati yang angkuh atau sombong sama seperti orang yang berdosa. Hati yang angkuh menipu seseorang dengan mengatakan bahwa dia tidak membutuhkan apa-apa lagi. Apakah Anda bermegah dalam kasih karunia atau bakat Anda? Apakah Anda bangga dengan diri Anda dan pengalaman spiritual Anda?

Waspadalah, karena keangkuhan itu bisa menghancurkan Anda. Sesuatu yang Anda banggakan bisa jadi akan diambil oleh Tuhan dan Dia akan menunda berkat yang sudah Dia sediakan bagi Anda. Jika kita lupa menjalani hidup di bawah kaki salib dalam kerendahan hati, Tuhan tidak akan lupa untuk mendisiplinkan kita demi kebaikan kita.

Karena itu, “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” (1 Korintus 1: 31) 

 

Hak cipta Truth For Life Daily, Alistair Begg, diambil dari renungan Crosswalk.com

Ikuti Kami