Ditipu Investasi Bodong Saya Jatuh Miskin dan Bangkrut – Samuel Pristiwantoro

Milenial / 24 March 2022

Kalangan Sendiri

Ditipu Investasi Bodong Saya Jatuh Miskin dan Bangkrut – Samuel Pristiwantoro

Lori Official Writer
1046

Suatu kali saya diajak seorang teman untuk bergabung di sebuah bisnis investasi. Jadi saya coba ikut.

Waktu itu hasilnya lumayan bagus. Jadi saya berpikir waduh puji Tuhanlah ini bisa jadi berkat.

Namun ternyata di bulan Juni 2019, dalam waktu sekejap semua uang yang saya investasikan habis.

Saya tentu saja shock. Bahkan hampir tiga bulan saya merasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri karena sudah menyengsarakan keluarga tanpa punya pegangan apa-apa lagi. Sebagai suami, sebagai seorang ayah, saya merasa menyesal sekali.

Untungnya istri saya selalu menguatkan saya. Dia selalu mengingatkan supaya saya bangkit dari keterpurukan itu. Tetapi di sisi lain kondisinya kami masih harus membayar cicilan mobil dan kebutuhan lainnya.

 

Baca Juga: 

Terlilit Hutang 1.4 Miliar Udah Gak Ada Harapan, Ya Lebih Baik Mati Aja - Christiana

Kesaksian Esther, Diberi Kekuatan Hadapi Persoalan Rumah Tangga Lewat Sahabat 24

 

Akhirnya mobil saya jual karena kami tak lagi mampu bayar cicilan. Lalu kami membayar hutang ke bank dan hanya ada sisa 28 juta. 

Saat itu kami masih bingung bagaimana cara untuk memenuhi semua kebutuhan kami dengan sisa uang tersebut. Sampai mujizat Tuhan terjadi melalui seorang pemusik gereja.

Dia bukan orang kaya atau orang berada, tapi dia tahu keadaan kami melalui Facebook. Dia berikan motor secara gratis untuk kami. Bagi saya, itu mujizat Tuhan.

Jadi saya bisa pakai motor itu buat pelayanan kesana kemari. Saya sampai merasa kagum sama Tuhan.

Masalah keuangan kami masih belum selesai. Kami harus memutar otak untuk melunasi uang kontrakan sebesar Rp 40 juta. Sementara uang kami masih kurang Rp 12 juta lagi.

Sekali lagi, ada dua keluarga yang memberkati kami. Mereka masing-masing memberi Rp 5 juta. Jadi kontrakan 2019 itu saya cuma nambahin Rp 2 juta. 

Memasuki tahun 2020, rupanya pandemi. Hal ini menyebabkan pekerjaan pelayanan saya tidak jalan. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk jualan soto betawi. Baru jualan sebulan, di bulan Juli 2020 saya sakit DBD dan tipes. Penyakit ini hampir merenggut nyawa saya. Tapi Tuhan baik, Dia sembuhkan saya.

Persoalan masih belum selesai. Sekolah anak-anak sempat mau kami keluarkan dari rumah. Semua kebutuhan-kebutuhan yang tampaknya kurang penting semuanya kami potong.

 

Baca Juga: Christina : Jerat Utang di 9 Pinjaman Online Buatku Depresi Berat Karena Debt Collector

 

Kami tidak tahu rencana Tuhan atas keluarga kami. Di awal tahun 2021, saya mengalami kecelakaan dan tulang kaki kiri saya patah. Ajaibnya, semua biaya perawatan sudah dijamin. Kami sendiri kaget karena pembayaran justru lebih. Ternyata ada seseorang yang transfer uang Rp 30 juta bulan ke rekening istri saya, tetapi ke rekening rumah sakit. Jadi kami tidak membayar kekurangan pembayaran, tetapi kami malah membawa uang tunai sebesar Rp 13 juta. Itu mujizat!

Melalui semua masalah yang kami lewati, kami percaya Tuhan ingin membawa kami ke level yang lebih tinggi. Membuat kami semakin mengerti bahwa Tuhan itu nyata.

Saya selalu dikuatkan oleh ayat dari 1 Korintus 10: 13 yang berkata, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

 

Anda diberkati dengan konten-konten kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami