Penawar Rindu yang Paling Mujarab
Kalangan Sendiri

Penawar Rindu yang Paling Mujarab

Lori Official Writer
      963

Yohanes 6: 35

Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 80; Roma 8; Ulangan 7-8

Sebagian besar kehidupan kita terfokus pada makanan. Kita memastikan bisa mengkonsumsi makanan tertentu untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang paling banyak bagi pertumbuhan kita.

Semua jaringan televisi, media, situs website dan beragam festival digelar khusus untuk pameran makanan, memberikan arahan cara membelinya, mempersiapkannya, menyajikannya dan memakannya.

Namun sejauh ini, tetap masih ada perdebatan sengit mengenai makanan mana yang harus dikonsumsi dan mana yang harus dihindari. Sama halnya dengan diskusi diantara orang-orang percaya yang disebutkan dalam Alkitab tentang makanan mana yang boleh dimakan.

Tetapi tak peduli seberapa hati-hatinya kita mengkonsumsi makanan ke dalam tubuh kita, Yesus mengingatkan supaya kita tidak menempatkan fokus kita kepada makanan duniawi sebagai sumber kehidupan.

Sama seperti organisasi kesehatan yang suka memberian ‘stempel halal’ untuk makanan yang dianggap berkualitas, Yesus juga mendorong supaya kita dipuaskan lewat roti hidup. 

“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” (Yohanes 6: 27)

 

Baca Juga:

Melewati Padang Gurun Bersama Yesus

Ini Saat yang Tepat Untuk Menghancurkan Dosa

 

Yesus memberi pemahaman yang lebih sederhana mengenai makanan melalui kisah bangsa Israel di padang gurun. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.” (Yohanes 6: 32)

Yesus menegaskan perbandingan antara manna surgawi yang dikonsumsi bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun dengan roti hidup yang tidak akan pernah membuat manusia lapar lagi (Yohanes 6: 35).

Yesus menegaskan bahwa Dia lah sumber roti hidup yang sejati. Karena itu Dia meminta supaya orang percaya tidak hanya fokus kepada makanan, melainkan fokus kepada kebutuhan rohani. Salah satunya adalah dengan menjalani puasa rohani. 

Melalui puasa, kita bisa mematikan keinginan kita akan makanan dan digantikan dengan hasrat yang semakin besar terhadap Tuhan. Apalagi jika di masa-masa ini Anda merasa jauh dari Tuhan, puasa bisa jadi penawar rindu yang paling mujarab. Sehingga kita bisa kembali merasakan kelembutan kasih Tuhan dan bersyukur karena dikenyangkan secara rohani. 

Singkirkan sejenak kesibukan Anda dari makanan. Arahkan hati Anda kepada Tuhan dan terimalah roti hidup yang turun dari surga yaitu Yesus sendiri.

“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yohanes 6: 35)

 

Hak cipta Lynette Kittle, diambil dari Renungan Crosswalk.com

 


Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini: https://bit.ly/InginDidoakan

 

 

Ikuti Kami