Berhutang? Boleh Kok, Asalkan....

Finance / 15 March 2022

Kalangan Sendiri

Berhutang? Boleh Kok, Asalkan....

Claudia Jessica Official Writer
521

Jika Anda mendengarkan iklan di TV, radio, youtube, facebook, Instagram atau media sosial lainnya, Anda mungkin akan terpengaruh iklan meminjam uang untuk melakukan apa saja. Perusahaan kartu kredit dan bank akan mendorong hal ini dengan mengirimkan penawaran kartu kredit dan meningkatkan batas kartu kredit Anda. Mereka menggunakan argument dan iklan yang akan meyakinkan Anda untuk mencoba meyakinkan Anda bahwa Anda berhutang pada diri sendiri untuk meminjam uang.

Mereka akan mengatakan bahwa Anda berhak untuk menjalani gaya hidup yang lebih baik dan menyenangkan. Akibatnya, banyak orang terjerumus ke dalam hutang untuk berbagai hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Jadi kapan waktu yang baik untuk meminjam uang?

 

1. Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup

Kebutuhan individu setiap orang berbeda-beda. Jika Anda memiliki keluarga, Anda harus mempertimbangkan kebutuhan mereka (pakaian, perlengkapan sekolah, kunjungan dokter, dan lain sebagainya). Hal utama adalah memenuhi kebutuhan tersebut. Apapun yang termasuk dalam kategori kebutuhan harus dapat dibeli dengan penghasilan regular Anda. Pengecualian penting dalam kategori ini adalah rumah dan mobil.

Rumah dan mobil adalah barang berharga yang kebanyakan orang tidak mampu membayarnya secara tunai namun menjadi kebutuhan yang sangat penting. Kendati demikian, meski Anda membutuhkan rumah dan mobil, anda tidak harus tinggal di rumah mewah dan mengendarai mobil mewah. Kebutuhan Anda tetap harus sesuai dengan budget Anda!

 

BACA JUGA: #KataAlkitab​: Viral! Bolehkah Orang Kristen Investasi Pakai Hutang?

 

2. Untuk Kebutuhan Darurat

Dari definisinya sendiri, ini adalah keadaan tak terduga yang biasanya memerlukan tindakan secara cepat. Untuk menghindari hutang, sebenarnya Anda dapat menyiapkan dana darurat yang disishkan dari pendapatan Anda dan hanya digunakan untuk keadaan darurat.

Dana darurat tidak harus selalu berjumlah besar. Uang sebesar Rp 10 juta mungkin akan cukup untuk menutupi sebagian besar keadaan darurat yang Anda hadapi (kerusakan peralatan, perbaikan mobil, berobat, terkena musibah, dll). Namun jika Anda tidak memiliki dana darurat, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda akhirnya memilih untuk berhutang.

Dana darurat yang Anda miliki mungkin tidak banyak, tetapi setidaknya dapat mengurangi jumlah hutang dan bunga yang Anda butuhkan untuk menutupi kekurangan dana. Dengan demikian, Anda juga dapat melunasi hutang dengan lebih cepat.

 

BACA JUGA: 12 Cara Antimainstream yang Bisa Anda Lakukan untuk Mengisi Dana Darurat

 

3. Untuk Meng-upgrade Diri

Manusia hidup dengan terus bertumbuh. Tak jarang untuk mengembangkan kemampuan kita membutuhkan uang untuk belajar maupun memfasilitasi prosesnya. Misalnya, kita perlu memperlengkapi diri dengan beberapa keahlian untuk mulai bekerja. Atau ketika kita membutuhkan fasilitas tertentu untuk menunjang pekerjaan dan penghasilan kita.

 

Namun satu hal yang perlu Anda ingat dari hal ini adalah Anda harus yakin bahwa Anda sanggup untuk melunasi hutang tersebut.

Sumber : echristianfinance.com
Halaman :
1

Ikuti Kami