Belajar dari Video ‘Kado Terindah’ Superbook, Keren Akhirnya Meminta Maaf Kepada Orang Tua

Family / 11 March 2022

Kalangan Sendiri

Belajar dari Video ‘Kado Terindah’ Superbook, Keren Akhirnya Meminta Maaf Kepada Orang Tua

Contasia Christie Official Writer
1021

Berasal dari keluarga yang sederhana, Melya Keren Tsael ingin sekali mendapatkan kado Natal berupa lemari pakaian yang baru. Dia sangat menginginkannya karena lemarinya sudah rusak akibat badai seroja yang merusak rumahnya beberapa waktu lalu. Namun orang tuanya yang bekerja hanya sebagai petani, belum mampu membelikannya.

Keren sebenarnya sangat rajin ke sekolah minggu. Dia juga rajin mengajak teman-temannya pergi beribadah dan memuliakan nama Tuhan. Bahkan Keren sering juga memimpin ibadah, berdoa firman dan makan di sekolah minggunya. Tapi karena kesedihannya membuatnya lupa untuk mengajukan permohonan kepada Tuhan.

Keren seringkali menceritakan hal ini kepada temannya, Susan. Dia sangat ingin lemari pakaian yang baru. Orang tuanya pun sebenarnya mengetahui keinginannya. Namun keadaannya belum memungkinkan. Setelah rumahnya hancur karena badai seroja, orang tuanya masih berusaha menata kembali hidup keluarganya itu. Saking orang tuanya menyayangi Keren, mereka akhirnya berjanji untuk menabung demi bisa membelikan lemari pakaian Keren.

Hari Natal tiba. Ternyata hadiah yang ditunggu-tunggu Keren tidak terwujud juga. Orang tua Keren masih kesulitan dalam hal finansial untuk mewujudkan keinginannya itu. Karena Keren terbiasa mendapatkan yang dia inginkan, dia tidak bisa menerima alasan orang tuanya dan marah. Dia tidak mau diajak berbicara ataupun saat ditanya.

Baca juga : Mulai dari Tertarik Menari, Vany Akhirnya Percaya Pada Tuhan Yesus

 

Ketika sekolah minggunya mengadakan acara Natal, kakak guru sekolah minggu memutarkan video dari kurikulum Superbook tentang video Super Christmas. Saat itu, Kak Daniel Host Superbook menjelaskan tentang kado terindah bagi kita di hari Natal. Itu bukanlah barang tapi Tuhan Yesus yang telah lahir ke dunia untuk menyelamatkan kita.

Kak Daniel juga meminta anak-anak untuk tidak menyimpan amarah dan membenci orang tuanya. Keren langsung tersadar bahwa baru saja dia melakukan itu kepada orang tuanya, tanpa mau mengerti keadaan orang tuanya yang sebenarnya masih sangat sulit setelah badai Seroja. Keren menangis dan merasa bersalah.

Sepulangnya dari sekolah minggu, Keren langsung meminta maaf pada kedua orang tuanya. Orang tuanya memeluk dan mau memaafkan kesalahan Keren. Keren kini berjanji untuk mempersembahkan hadiah yang terbaik untuk Tuhan Yesus dengan menjadi anak yang taat pada Tuhan dan orang tuanya. Keren sadar bahwa Tuhanlah kado terindah dalam hidupnya, dan dia juga mau menjadi saluran berkat-Nya.

Oleh Yenny Budhihartono

Fasilitator CBN

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami