Kenapa Memberi Lebih Membahagiakan Daripada Hanya Sekedar Menerima?
Sumber: pexels

Relationship / 8 March 2022

Kalangan Sendiri

Kenapa Memberi Lebih Membahagiakan Daripada Hanya Sekedar Menerima?

Contasia Christie Official Writer
2507

Give thanks with a grateful heart Give thanks to the Holy One Give thanks because He's given Jesus Christ, His Son

And now let the weak say, 'I am strong' Let the poor say, 'I am rich Because of what the Lord has done for us'

Itulah beberapa cuplik lirik lagu Give Thanks yang pastinya sudah kita kenal. Lagu ini menegaskan supaya kita senantiasa bersyukur karena Tuhan sudah memberikan diri- Nya untuk menebus dosa kita. Ia sudah menjadi pedoman untuk setiap orang yang percaya pada- Nya supaya juga meneruskan kasih- Nya pada orang lain. Tanpa pengorbanan- Nya, kita mungkin tidak tahu pula makna saling mengasihi. Seperti pada cerita jemaat mula- mula yang tertulis di kitab Kisah Para Rasul, mereka bertekun dalam mendengarkan firman Tuhan; suka beribadah, berdoa, dan menyembah Tuhan; bahkan mereka saling melayani.

“Adalah lebih berbahagia berikan dari pada menerima.”( Kisah Para Rasul 20: 35) Sekilas perkataan Yesus itu seperti mengindikasikan memberi adalah suatu yang baik dan menerima merupakan suatu yang kurang baik. Bukan itu yang Yesus maksud tetapi walaupun kita berbahagia ketika menerima, kita akan lebih berbahagia ketika memberi.

Jujur keadaan semacam itu tidak gampang lho diterima. Terlebih kalau kita diminta untuk memberi pada saat kita juga sebenarnya memerlukan. Memang di dompet masih ada sebagian lembar uang, tetapi di hadapan kita ada orang lain yang juga lebih memerlukan dari kita. Siapa yang dengan cuma- cuma langsung memberikan? Bisa jadi memang ada, tetapi tidak banyak ya. Dan yang yang lain tentu berpikir bagaimana nantinya jika kita sudah memberi.

Bila kita menyadari betapa Tuhan telah memberikan banyak hal, kita juga menjadi mau memberi kepada- Nya dan orang lain. Jika kita memilih untuk berikan, hingga kita dapat belajar:

1. Ketika semua orang memberi, semua orang menerima

Ini adalah logika sederhana. Jika semua orang mau menerima tapi tidak mau memberi, siapa yang akan memberi kepada mereka? Namun jika semua orang memilih untuk memberi satu sama lain, semua orang akan menerima. Bukankah itu adalah solusi yang terbaik?

 

BACA SELANJUTNYA -------->

2. Menolong kita untuk belajar merasa cukup

Apakah kita benar-benar memerlukan uang atau barang itu? Jika kita sudah punya banyak baju, apakah kita merasa masih kurang? Jika kita bisa mengelola uang yang kita terima, bukankah bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih penting dan dibutuhkan. Lagipula yang kita berikan kepada orang lain belum sebanding dengan apa yang sudah kita terima. Percaya deh, ketika kita memberi dengan rela hati, Tuhan akan memberikan kesukacitaan pada hati kita.

3. Membuat kita percaya pemeliharaan Tuhan

Tuhan selalu memelihara kita dengan cara yang indah dan di waktu yang tepat. Cara dan waktu Tuhan bekerja mungkin tidak selalu persis seperti yang kita harapkan, tapi percayalah Ia selalu memelihara kita. Seperti yang tertulis di Kisah Para Rasul 6: 33-34.

4. Mengenal Tuhan

Ketika memberi, kita menolong orang lain untuk mengenal hati Tuhan lebih dalam. Kita sebagai orang percaya, kita punya kewajiban untuk menjadi garam dan terang dunia. Lewat memberilah, kita bisa menjadi garam bagi orang lain.

5. Memberi adalah anugerah Tuhan

Pernahkah Anda menyembah Tuhan dan pada saat yang sama, merasakan kasih dan penyertaan Tuhan yang begitu dalamnya? Disitulah biasanya kita dipenuhi dengan rasa syukur yang berlimpah kepada Tuhan. Bayangkan kalau kita sudah dikasihi seseorang tapi kita tidak bisa membalaskannya. Pasti sesak dan sedih ya. Nah melalui memberi, kita bisa bersyukur dan membalas kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami