Kenapa Memberi Lebih Membahagiakan Daripada Hanya Sekedar Menerima?

Relationship / 8 March 2022

Kalangan Sendiri

Kenapa Memberi Lebih Membahagiakan Daripada Hanya Sekedar Menerima?

Contasia Christie Official Writer
2168

Give thanks with a grateful heart Give thanks to the Holy One Give thanks because He's given Jesus Christ, His Son

And now let the weak say, 'I am strong' Let the poor say, 'I am rich Because of what the Lord has done for us'

Itulah beberapa cuplik lirik lagu Give Thanks yang pastinya sudah kita kenal. Lagu ini menegaskan supaya kita senantiasa bersyukur karena Tuhan sudah memberikan diri- Nya untuk menebus dosa kita. Ia sudah menjadi pedoman untuk setiap orang yang percaya pada- Nya supaya juga meneruskan kasih- Nya pada orang lain. Tanpa pengorbanan- Nya, kita mungkin tidak tahu pula makna saling mengasihi. Seperti pada cerita jemaat mula- mula yang tertulis di kitab Kisah Para Rasul, mereka bertekun dalam mendengarkan firman Tuhan; suka beribadah, berdoa, dan menyembah Tuhan; bahkan mereka saling melayani.

“Adalah lebih berbahagia berikan dari pada menerima.”( Kisah Para Rasul 20: 35) Sekilas perkataan Yesus itu seperti mengindikasikan memberi adalah suatu yang baik dan menerima merupakan suatu yang kurang baik. Bukan itu yang Yesus maksud tetapi walaupun kita berbahagia ketika menerima, kita akan lebih berbahagia ketika memberi.

Jujur keadaan semacam itu tidak gampang lho diterima. Terlebih kalau kita diminta untuk memberi pada saat kita juga sebenarnya memerlukan. Memang di dompet masih ada sebagian lembar uang, tetapi di hadapan kita ada orang lain yang juga lebih memerlukan dari kita. Siapa yang dengan cuma- cuma langsung memberikan? Bisa jadi memang ada, tetapi tidak banyak ya. Dan yang yang lain tentu berpikir bagaimana nantinya jika kita sudah memberi.

Bila kita menyadari betapa Tuhan telah memberikan banyak hal, kita juga menjadi mau memberi kepada- Nya dan orang lain. Jika kita memilih untuk berikan, hingga kita dapat belajar:

1. Ketika semua orang memberi, semua orang menerima

Ini adalah logika sederhana. Jika semua orang mau menerima tapi tidak mau memberi, siapa yang akan memberi kepada mereka? Namun jika semua orang memilih untuk memberi satu sama lain, semua orang akan menerima. Bukankah itu adalah solusi yang terbaik?

 

BACA SELANJUTNYA -------->

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami