Inilah Cara Berpakaian yang Harusnya Kita Pakai Saat Ibadah di Gereja Maupun Online

Marriage / 7 March 2022

Kalangan Sendiri

Inilah Cara Berpakaian yang Harusnya Kita Pakai Saat Ibadah di Gereja Maupun Online

Contasia Christie Official Writer
1305

Pernahkah Anda bertanya-tanya baju atau penampilan seperti apa sih yang seharusnya kita gunakan saat beribadah ke gereja? Apakah boleh memakai baju rumah saat ibadah online? Mungkin kita sering bingung dengan pernyataan ‘berikan yang terbaik untuk Tuhan’. Dari pernyataan ini muncul pertanyaan, apakah Tuhan juga memedulikan apa yang kita pakai saat ibadah?

Hal ini juga bisa dirasakan oleh anak-anak. Mereka kebingungan apakah harus rapih atau seadanya saja. Oleh karena itu, yuk kita baca sampai akhir poin-poin yang harus kita perhatikan pada saat akan beribadah.

 

1. Berpakaian sederhana dan sopan

Sederhana mengartikan kerendahan hati kita saat masuk dalam hadirat Tuhan. Memakai pakaian yang sopan juga berarti kita menghargai ibadah dan Tuhan itu sendiri. Anak- anak harus mengerti kalau berpakaian rapi serta sopan itu maksudnya baju yang kita kenakan itu tidak berantakan dan sesuai (sudah sepantasnya) dengan tempat serta kegiatan yang akan dihadiri. Kita tidak mungkin kan memakai pakaian terlalu terbuka ke gereja. Selain membuat Anda jadi pusat perhatian, juga orang lain tidak bisa berkonsentrasi dan khusyuk saat ibadah.

Walaupun sesungguhnya kita sebenarnya masih memiliki kuasa untuk mendadani anak kita (karena umurnya masih kecil), namun didikan terbaik adalah dengan membagikan teladan. Tunjukkan kepada buah hati kita seperti inilah yang diartikan rapi dan sopan.

Baca juga : Tips Mudah Mengajarkan Anak Firman Tuhan Setiap Hari

 

2. Tuhan tidak peduli merk apa yang kita pakai

Berhubungan dengan status sosial dan finansial, Tuhan tidak pernah peduli dengan yang kita pakai, bermerk kah atau tidak. Semua tetap bisa menyembah dan mendengarkan firman Tuhan dengan bebas, diterima di gereja, dan diperlakukan sama dengan lainnya. Jangan sampai justru gereja yang membuat kelas-kelas dan membatasi umat-Nya untuk datang ke hadirat-Nya.

Ingatlah Yakobus 2:1-4

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia,janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?”

 

3. Tidak ada legalisme

Tidak ada aturan tertulis bagaimana pemampilan kita saat beribadah. Memang ada beberapa gereja menerapkan standar tersendiri bagi jemaatnya, namun ya itu standar manusia dan bukan persyaratan Tuhan. Yesus mengasihi semua orang dimanapun mereka berada. Apapun status sosialnya. Dia memanggil kita agar tetap kudus saat masuk dalam hadirat-Nya, bukan untuk memakai pakaian khusus.

Memang beberapa gereja menerapkan untuk memakai pakaian tradisional atau kemeja dengan dress. Hal itu tidak salah selama tetap membuat nyaman pemakainya dan tidak mengganggu orang lain. Seperti yang dikatakan dalam 1 Samuel 16:7, “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Tuhan lebih dulu melihat hati kita. Bagaimanapun dari hati akan keluar tutur kata dan tindakan kita. Jika hati kita dimateraikan oleh Roh Kudus, maka kita akan diarahkan untuk memakai pakaian yang sopan dan memuliakan Tuhan dengan tubuh kita. 

Sumber : dari berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami