Hati-hati Pakai 4 Alasan Ini Saat Putuskan Berhenti Ambil Bagian di Pelayanan

Kata Alkitab / 28 February 2022

Kalangan Sendiri

Hati-hati Pakai 4 Alasan Ini Saat Putuskan Berhenti Ambil Bagian di Pelayanan

Lori Official Writer
6841

Melayani Tuhan bisa jadi hal yang paling sulit. Itu karena Tuhan selalu ingin kita melakukan hal-hal besar dalam hidup. Selain karena bakat dan terbeban, kadang kita juga diminta untuk membantu di berbagai bidang, baik sebagai pemusik, pelayan mingguan, atau tim paduan suara.

Melayani Tuhan memang harusnya adalah respon yang muncul secara alamiah dari dalam diri kita. Karena inilah yang menjadi salah satu bentuk syukur kita atas berkat-Nya yang besar. Dalam 1 Samuel 12: 24 dituliskan, “Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.”

 

Baca Juga: 7 Cara Supaya Pemimpin Gereja Persiapkan Khotbah Minggu Dengan Maksimal

 

Jika Tuhan sudah terlebih dulu melakukan hal-hal besar dalam hidup kita, maka harusnya tak ada alasan bagi kita untuk berhenti melayani Dia. Tak dimungkiri memang akan selalu ada orang yang memutuskan untuk berhenti terlibat dalam pelayanan dengan berbagai alasannya. Jadi supaya kita lebih hati-hati dengan alasan yang kita lontarkan saat memutuskan berhenti melayani, diantaranya empat alasan ini:

1.  ‘Saya tidak suka dengan rekan sepelayanan di gereja’

Melayani Tuhan memang akan selalu melibatkan orang lain, dan kemungkinan Tuhan pun akan memanggilmu untuk melayani bersama seseorang yang memiliki banyak perbedaan denganmu. Bukan sesuatu yang buruk, hanya berbeda saja! Harusnya, perbedaanlah yang mendorong kita untuk bisa bekerja sama dengan baik.

Bayangkan saja bagaimana Yesus memanggil seorang pemungut cukai seperti Matius harus melayani bersama dengan seorang sosok yang anti-pemerintahan seperti Simon. Tapi keduanya dan kesembilan rasul lainnya tetap bisa melayani Tuhan dengan cara yang berdampak besar bagi bangsa-bangsa sampai saat ini.

 

2.  ‘Saya tidak cukup cakap dalam bidang itu’

Seperti kalimat pembuka dalam artikel ini, melayani memang bisa menjadi hal yang paling sulit. Karena kadang kala kita juga bisa gagal atau mengecewakan. Tapi Tuhan justru menyampaikan dalam firman-Nya bahwa dalam kegagalan Tuhan akan menyempurnakan kita. Dalam 2 Korintus 12: 9, Yesus mengingatkan kita bahwa ‘Kuasa-Nya sempurna dalam kelemahan’. Dalam kegelapan terdalam kita, Tuhan bisa merajut kemenangan terbesar saat kita terus setia melayani-Nya.

 

Baca Juga: Hidup Terlalu Egois Tanpa Melayani Orang Lain

 

3.  ‘Saya takut melanjutkan pelayanan ini’

Ketakutan adalah musuh nomor satu dari iman. Karena itu kita perlu iman yang besar untuk bisa melayani Tuhan. Tak perlu khawatir tentang rasa takut karena Allah juga berjanji, ‘tidak ada rasa takut dalam cinta, sebaliknya cinta itu justru melenyapkan rasa takut.’ (1 Yohanes 4: 18).

Kita bisa saja memakai banyak alasan untuk takut, tapi kita hanya punya satu alasan untuk mengusir ketakutan itu sendiri yaitu bahwa Allah mengasihi kita dan Dia selalu hadir bagi kita.

 

4.  ‘Tuhan tidak dimuliakan dengan keberhasilan saya’

Hal yang melatarbelakangi kita seringkali terjebak dalam paradigma ini adalah karena kita terlalu fokus dengan kesuksesan kita sendiri. Sehingga kita lupa bahwa Tuhan sendiri lah yang melakukan itu semua bagi kita (1 Korintus 3: 6).

Hal inilah yang menyebabkan kita patah semangat. Karena saat kita melayani dan tidak menghasilkan buah yang jelas, kita mulai kecewa.

 

Baca Juga: 9 Sikap yang Harusnya Jemaat Gereja Tunjukkan Saat Orang Baru Pertama Datang Ibadah

 

Supaya lebih jelas memahami hal ini, perlu ditekankan bahwa Tuhan ingin kita menjadi pelayan yang setia bukan pelayan yang sukses. Ketika kita melayani Tuhan dengan setia, Tuhan pun disenangkan (Ibrani 11: 6).

Tuhan senang dengan orang-orang yang setia. Karena itulah jadilah pelayan yang setia dan Tuhan akan membuat kita berbuah.

Sumber : Christiantoday.com | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami