Apa Kata Alkitab Tentang Perselingkuhan? Inilah yang Harus Anda Lakukan

Relationship / 24 February 2022

Kalangan Sendiri

Apa Kata Alkitab Tentang Perselingkuhan? Inilah yang Harus Anda Lakukan

Contasia Christie Official Writer
1590

Masih hangat dibicarakan mengenai perselingkuhan yang dilakukan oleh seorang majikan dengan baby sitternya. Padahal saat Momin melihat foto si bapak, wajahnya justru mencerminkan seorang pribadi yang family man. Jadi tidak menyangka hal itu bisa terjadi.

Nah berbicara tentang perselingkuhan, ternyata hal ini sudah terjadi sejak zaman dulu kala lho. Tuhan sendiri dengan sangat jelas menyatakan bahwa Dia membenci perselingkuhan, apalagi sampai terjadi perceraian (Maleakhi 2: 14-16 TB)! Tuhan tidak hanya meminta pasangan suami istri untuk setia sampai maut memisahkan. Tapi juga Ia menyebutkan konsekuensi perzinahan itu sendiri (Amsal 6:29, 32-33).

 

Pesan Tuhan untuk pasangan suami istri

Ingatlah bahwa pezinah (yang berselingkuh) akan dihakimi oleh Allah,”Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.”(Ibrani 13:4) Dan pihak yang dikhianati harus memahami bahwa Allah yang akan membalas semua perbuatan yang dilakukan oleh si pezinah.

Baca juga : Tips Membesarkan Anak yang Bisa Mempertahankan Imannya Sampai Dewasa

Jika seseorang berselingkuh, maka ia akan menjadi satu ‘tubuh’ dengan selingkuhannya! 1 Korintus 6:16 mengatakan dengan jelas, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: Keduanya akan menjadi satu daging." Dengan kata lain, dia membawa roh perzinahan masuk ke dalam rumah tangganya. Dia pun membawa kutuk perzinahan itu ke dalam rumah tangga.

 

Jika pasangan saya berselingkuh, apa yang harus saya lakukan?

Simple saja jawabannya, walaupun Momin tahu ini tidak mudah untuk dilakukan. MENGAMPUNI. “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15) Memang kelihatannya mustahil, namun saat kita membawa dan menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, Ia akan memampukan kita melewati semuanya. Kasih karunia Allah akan 

menguatkan kita secara luar biasa. Jika kita tidak bisa mengampuni, hal ini justru malah membebani dan membuat kita tersiksa dengan dendam, kemarahan, murka, serta lainnya.

 

Yang harus dilakukan oleh kedua belah pihak?

MEMINTA PENGAMPUNAN TUHAN. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9) Kedua belah pihak baik yang selingkuh maupun diselingkuhi juga harus meminta pengampunan kepada Allah. Tidak menutup kemungkinan juga, perselingkuhan terjadi karena ketidakpuasan atau ada harapan yang tidak dipenuhi oleh pasangannya, sehingga mencari pelarian. Setelah proses ini, mereka akan memiliki kelegaan untuk mencari nasihat dan bimbingan-Nya.

Baca juga : Inilah Alasan Kenapa Anak Harus Dekat dengan Ayahnya Dari Sekarang!

Barulah dari situ, seiring pimpinan Allah, proses pengampunan dan pemulihan akan terjadi. Memang pasti membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar, namun setiap upaya harus dimaksudkan untuk mengampuni dan berdamai dengan pasangan. Dan jangan lupa dengan ayat ini ya, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” (Matius 19:9)

Ingatlah bahwa Allah membenci perceraian (Mal 2:16), jadi lebih baik jika ada permasalahan dalam pernikahan coba diselesaikan dengan baik-baik. Karena pastinya berdampak kemana-mana, terutama anak-anak. Cobalah konseling rohani dengan pendeta atau pastor yang bisa membantu Anda. Berdoa untuk pimpinan-Nya dalam seluruh pemikiran, perkataan, tindakan, dan keputusan juga merupakan hal yang sangat penting.

Sumber : dari berbagai sumber
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami