4 Hal yang Anak Pelajari dari Kehidupan Pernikahan Kita

Relationship / 22 February 2022

Kalangan Sendiri

4 Hal yang Anak Pelajari dari Kehidupan Pernikahan Kita

Contasia Christie Official Writer
727

Jadi contoh buat anak adalah hal yang sangat berarti. Anak bisa belajar dari kesalahan- kesalahan yang kita perbuat dan bagaimana sepatutnya mereka melakukan hal yang benar.

Sebagai Parents yang percaya Kristus, hendaknya kehidupan perkawinan kita menjadi contoh dan berkat untuk orang lain, terutama anak kita sendiri. Berikut ini hal yang boleh dan hendaknya tidak dilakukan ketika berumah- tangga supaya anak dapat berkembang dengan pemahaman yang sehat tentang kehidupan perkawinan.

1. Selalu menunjukkan kasih sayang.

Jangan malu menunjukkan betapa Parents mengasihi dan menyayangi pasangan. Contohnya seperti memeluk, mencium dahi atau pipi, menggandeng tangan, dan hal lainnya asalkan jangan berlebihan. Anak akan belajar saling mengasihi dalam keluarga dan tentunya bagaimana mereka saat dewasa nanti memperlakukan pasangannya.

 

2. Bertengkar dan bagaimana menyelesaikannya.

Tidak ada pernikahan yang sempurna, walaupun Parents saling mengasihi satu dengan yang lain. Bertengkar di depan anak memang bisa dikatakan tidak baik. Tapi kadangkala melalui pertengkaran, anak dapat belajar bagaimana bisa mengampuni dan meminta maaf.

Jika Parents bertengkar di depan anak, usahakanlah untuk tidak berteriak terlalu keras, memaki, bahkan memukul. Melalui pertengkaran, ajarkan anak bahwa betapa pentingnya untuk menyelesaikan masalah secepatnya dan mengampuni.

Efesus 4: 26, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.

 

 3. Berdiskusi tujuan keluarga.

Berdiskusi tentang harapan, mimpi dan cita-cita bersama keluarga merupakan cara yang baik dalam mengajarkan anak bahwa setiap anggota keluarga bekerja sama untuk mencapainya bersama.

Parents bisa melakukannya dengan berdiskusi liburan mau kemana, penginapan apa yang akan dipakai, hal-hal apa saja yang mau dilakukan pada saat berlibur, dan masih banyak lagi.

Amsal 15: 22, “Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.”

 

 4. Buatlah waktu keluarga (Family Time) setiap minggunya.

Setelah 6 atau 5 hari bekerja, tentu saja ada waktu istirahat bukan? Nah Parents bisa menikmati waktu rehat ini bersama keluarga. Pastinya anak sudah menanti-nanti nih waktu bermain bersama kedua orang tuanya. Tidak perlu berjalan-jalan dan menghabiskan banyak uang. Parents bisa lho buat kegiatan asik dirumah, seperti memasak bersama anak, menonton, dan lainnya.

 

Setelah Parents tau apa yang harus dilakukan ketika berumah-tangga, Anda juga harus tau hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan lho. Soalnya hal ini bisa mempengaruhi tumbuh kembang dan masa depan anak. Yuk kita baca di artikel berikutnya ya.

Sumber : Superbook dan Family Share
Halaman :
1

Ikuti Kami