Bolehkah orang Tua Memaksa Anaknya Agar Rajin Ibadah Ke Sekolah Minggu?

Parenting / 17 February 2022

Kalangan Sendiri

Bolehkah orang Tua Memaksa Anaknya Agar Rajin Ibadah Ke Sekolah Minggu?

Contasia Christie Official Writer
1553

Adanya kesibukan yang berlebihan pada anak-anak zaman sekarang membuat mereka saat weekend ingin beristirahat atau full bermain. Tak sedikit yang akhirnya menjadi malas beribadah atau sekolah minggu. Padahal nantinya saat anak beranjak remaja, tantangan untuk konsisten beribadah akan semakin sulit. Ditambah pengaruh dari lingkungan, teman, pemahaman mereka, dan lainnya. Kita sebagai orang tua harus melindungi anak dari pengaruh negatif yang merusak iman mereka.

Jadi, daripada anak tidak beribadah sama sekali, apakah boleh memaksanya?

Kenapa kita beribadah?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, kita perlu menyadari mengapa kita sendiri perlu beribadah. Apa tujuannya?

Kita beribadah untuk menyembah Tuhan, mengucap syukur, memuji Tuhan, dan mendengarkan firman-Nya yang berguna untuk kehidupan kita. Ini adalah kewajiban kita sebagai pengikut Kristus. Godaan kita sebagai manusia memang kedagingan kita sendiri. Di Perjanjian Baru, para rasul mengajar di rumah-rumah ibadah agar banyak orang yang paham tentang apa yang Tuhan Yesus lakukan. Dengan mendengar firman Tuhan, kita akan semakin bertumbuh pengetahuan dan iman kepada Kristus (Kolose 3:16).

Konsisten dan teladan adalah kunci

Dalam mengasuh anak, konsistensi dan teladan adalah kuncinya. Saat kita ingin kita rajin beribadah, maka kita juga harus menyontohkannya terlebih dahulu. Misalnya untuk pergi ke gereja, jam 7 kita harus sudah siap. Baik orang tua maupun anak. Berarti tidak ada alasan untuk belum siap di jam tersebut bagi siapapun.

Parents juga harus mulai memberikan jadwal yang jelas, Senin sampai Jumat anak bersekolah, Sabtu mereka boleh bermain dan kegiatan tambahan lain, tapi hari Minggu dia harus ke gereja atau beribadah secara online (karena saat ini masih masa pandemi).

 BACA SELANJUTNYA...

Orang tua bertanggung jawab atas perkembangan iman anak

Tuhan menempatkan kita dalam otoritas anak-anak kita. Dialah yang menempatkan anak di bawah pengawasan kita dan memberi kita tugas untuk mendidik dan mengembangkan mereka di jalan Tuhan (Amsal 22:6). Jadi Parents bertanggung jawab penuh atas pendidikan anak, dan ibadah termasuk di dalamnya. Orang tua harus membantu anak untuk melawan keinginan daging untuk tidak beribadah.

Menghadiri gereja atau sekolah minggu dan beribadah, tidak hanya mengajarkan anak tentang kebiasaan yang baik, memberi makan jiwa mereka dengan kebenaran, tetapi itu akan memberi mereka kesempatan untuk terhubung lebih baik dalam komunitas Kristen mereka. Ajak anak Anda terlibat dalam Sekolah Minggu, kelompok remaja, dan kesempatan untuk membantu melayani di gereja.

Kita semua harus berkomitmen untuk mengajak anak beribadah! Karena dengan inilah, generasi muda tidak akan terhilang dan semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus. Setelah anak berakar dengan baik, maka saat dewasa mereka bisa secara maksimal mengamalkan pesan-pesan Kristus untuk menjalankan Amanat Agung serta menjadi garam dan terang bagi dunia.

 

Caranya tidak harus ekstrim dengan memaksa, tapi bisa lewat teladan dan tingkah laku kita selaku orang tua yang menyontohkan untuk rajin beribadah. Dan tetap bertingkah laku sesuai firman Tuhan di rumah maupun di lingkungan sekitar, agar anak mengerti benar-benar manfaat mereka dekat dan memahami kebenaran firman Tuhan.

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami