Dari Kisah Samuel Mengurapi Daud, Tuhan Mau Sampaikan 3 Hal Ini Pada Kita

Kata Alkitab / 26 January 2022

Dari Kisah Samuel Mengurapi Daud, Tuhan Mau Sampaikan 3 Hal Ini Pada Kita

Claudia Jessica Official Writer
1238

Kisah Samuel yang mengurapi Daud sebagai Raja Israel masa depan adalah salah satu kisah paling penting dalam Perjanjian Lama. Dari kisah Samuel mengurapi Daud, kita bisa mempelajari pelajaran mendalam tentang Tuhan dan cara-Nya bekerja di antara umat manusia.

Kisah ini ditemukan dalam 1 Samuel 16. Dimulai dengan kisah Samuel yang berduka karena kehilangan hubungan dengan Saul. Samuel merasa menyesal telah mengurapi Saul sebagai Raja karena Saul tidak mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati lagi. Ketika Samuel berduka, Tuhan berbicara kepadanya dan memanggilnya untuk mengisi tabung tanduknya dengan minyak dan pergi mengurapi salah satu putra Isai sebagai raja baru Israel (1 Samuel 16:1).

Isai membawa putranya satu per satu ke hadapan Samuel dimulai dari yang tertua. Namun tidak satupun dari mereka yang diurapi oleh Tuhan. Samuel bertanya kepada Isai apakah dia memiliki anak laki-laki lain. Isai sempat ragu dan akhirnya memberitahu Samuel bahwa ia memiliki satu putra bungsu yang sedang menggembalakan domba.

Daud adalah putra bungsu Isau dan dia berpikir bahwa yang bungsu ini pastilah tidak akan diurapi menjadi raja. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Ketika Daud masuk, Tuhan berbicara kepada Samuel dan menyuruhnya untuk mengurapi Daud muda sebagai Raja Israel berikutnya.

Daud kemudian menjadi yang terbesar dari semua Raja Israel dan berada dalam keturunan Yesus. Para nabi meramalkan bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud. Yesus bahkan disebut sebagai “Anak Daud.

Ketika seorang buta bernama Bartimeus, duduk di pinggir jalan dan berteriak, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku” kemungkinan besar dia tahu bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan (Markus 10:47). Kata Mesias berarti “yang diurapi”. Ketika Samuel mengurapi Daud, dia memberikan gambaran tentang Mesias yang akan datang.

Daud adalah orang yang berkenan di hati Tuhan. Meskipun dia tidak sempurna seperti Yesus, hidup dan pesan-Nya menunjuk kepada Mesias yang akan datang. Dia menulis banyak Mazmur, yang merupakan gambaran nubuatan Kristus (Mazmur 22, Mazmur 110).

Saat kita merenungkan kisah ketika Samuel mengurapi Daud, kita belajar beberapa kebenaran mendalam tentang Tuhan dan bagaimana Dia bekerja dalam hidup kita. Berikut adalah 3 pelajaran yang dapat kita pelajari tentang Tuhan dari saat Samuel mengurapi Daud:

1. Kita belajar bahwa Tuhan menghargai hal kecil yang kita anggap tidak penting sekalipun

Kita cenderung berpikir lebih besar berarti selalu lebih baik. Kita juga cenderung berpikir bahwa Tuhan menghargai yang paling berbakat. Namun kebenarannya adalah Tuhan menghargai apa yang tampak kecil dan tidak penting.

Putra-putra Isai yang lain atau kakak-kakaknya Daud cenderung lebih tua, lebih berbakat dan kepemimpinan, dan memiliki banyak pengalaman. Namun Tuhan memilih anaknya yang paling muda, dan tidak berpengalaman.

Contoh lainnya adalah ketika lebih dari 5.000 orang berkumpul untuk mendengarkan Yesus berkhotbah, para murid bertanya-tanya bagaimana cara memberi mereka semua makan dengan kenyang. Yesus mengambil makan siang seorang anak kecil yang berisi 5 roti dan 2 ikan. Makan siang yang tampak ringan dan sedikit itu menjadi jamuan makan untuk 5.000 orang dan mereka semua makan dengan kenyang. Yesus menghargai anak kecil yang tidak diperhitungkan oleh siapapun. Di tangan-Nya, mujizat penggandaan melampaui dari apa yang dapat kita bayangkan.

Ketika Anda merasa iman Anda tidak berarti atau karunia Anda tidak memadai, ingatlah bahwa Samuel mengurapi Daud karena Tuhan. Meskipun Daud adalah yang termuda diantara saudaranya dan tampak tidak penting. Ketika berserah kepada Tuhan, dia menjadi salah satu raja Israel yang terbesar dan paling perkasa.

 

2. Kita belajar bahwa Tuhan tidak hanya memanggil, tapi Dia juga memberdayakan

Dalam Alkitab, minyak seringkali melambangkan Roh Kudus. Roh Kudus menguduskan kita, membedakan kita dan memperlengkapi serta memberdayakan kita untuk melakukan kehendak Bapa. Sepanjang Perjanjian Lama, para imam dan raja sama-sama diurapi dengan minyak untuk melambangkan pemisahan dan pemberdayaan Roh Kudus. Ketika Samuel mengambil botol minyak dan mengurapi Daud untuk menjadi raja di masa depan, itu adalah simbol dari panggilan kudus dan terhormat dalam hidup Daud.

Dari Daud dan seterusnya, setiap Raja Israel diurapi dengan minyak sebagai simbol dari panggilan kudus dan terhormat yang Tuhan tempatkan untuk mereka. Itu juga melambangkan bahwa Roh Kudus akan memberdayakan mereka untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan telah panggil untuk mereka.

Samuel kemungkinan besar mengurapi Daud ketika Daud masih remaja. Bayangkan betapa tidak memadainya perasaan Daud saat dia mempertimbangkan panggilan untuk menjadi raja. Namun, Tuhan tidak hanya memanggil Daud, Dia berjanji untuk memperlengkapi dan memberdayakan Daud. Sejak saat Samuel mengurapi Daud, Roh Kudus memberi kuasa kepada Daud (1 Samuel 16:13).

Dalam hidup kita, terkadang Tuhan memanggil kita untuk tugas-tugas yang tampak mustahil. Mungkin itu adalah melangkah ke posisi kepemimpinan yang kita rasa kita belum siap. Atau mungkin kita harus membesarkan anak berkebutuhan khusus. Tuhan sering memanggil kita untuk pekerjaan yang di luar kemampuan kita.

Pada saat-saat seperti itu, kita mungkin merasa kewalahan. Namun kita harus ingat bahwa Dia memberi kuasa kepada kita untuk melakukan kehendak-Nya. Sama seperti Samuel mengurapi Daud dengan minyak, untuk melambangkan kuasa dan kehadiran Roh Kudus, demikian pula Dia memberdayakan kita dengan Roh Kudus.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami