Meski Pacaran Lima Tahun Tak Menjamin Rumah Tangga Bahagia – Yongkie & Cecilia

Meski Pacaran Lima Tahun Tak Menjamin Rumah Tangga Bahagia – Yongkie & Cecilia

Lori Official Writer
1505

Sebagian orang memutuskan menikah meski belum lama berpacaran karena merasa sudah sangat cocok. Namun sebagian lainnya memutuskan menikah karena mereka memang sudah berpacaran cukup lama.

Tapi realitanya, lamanya berpacaran tidak menentukan sukses tidaknya sebuah pernikahan. Toh banyak juga dari mereka yang sudah berpacaran selama bertahun-tahun, namun ternyata tidak bahagia dalam pernikahan. 

Inilah kisah perjalanan pernikahan pasangan Yongkie dan Cecilia. Setelah lima tahun pacaran, mereka memutuskan untuk siap menikah. Namun pernikahan itu rupanya tidak seindah yang mereka harapkan.

 

Cecilia

Walaupun sudah pacaran selama 5 tahun, saya gak nyangka komunikasi kami gak baik dan gak bagus. Banyak hal di dalam dirinya di luar ekspektasi saya. Ternyata suami saya bisa dibilang anak mami.

Ketika tidak dilayani dengan baik, Yongkie akan marah. Bahkan untuk perkara makanpun, ketika saya tidak melayani dia dengan baik dia akan marah dan memilih untuk makan di luar. 

Sebenarnya sumber pertengkaran kami dipicu dari hal-hal kecil. Saat saya marah, saya akan mulai mengeluarkan nada tinggi, cerewet dan mulai terpancing mengeluarkan kata-kata kasar. Itu yang membuat suami saya terpancing.

Pertengkaran yang seakan gak ada habisnya membuat Yongkie merasa ada yang salah dengan pernikahan kami. Inilah yang membuat Yongkie memutuskan untuk mencari kenyamanan di luar rumah. Dia berselingkuh.

 

Baca Juga:

Mei Kristiana, Pelakor yang Rela Kembalikan Suami ke Istri Pertama

Ribut Hanya Karena Minuman Tumpah Bikin Kami Mau Cerai – Markus dan Yuli

 

Yongkie

Sebagai seorang suami, saya mulai mikir ada apa di dalam pernikahan saya. Saya merasa sudah sangat jenuh. Saya bahkan merasa kalau pernikahan ini sia-sia saja.

Karena saya tidak merasakan rasa aman dari istri, saya pun mencari pergaulan yang buruk. 

Pria-pria yang tidak dihargai oleh istrinya. Pria-pria yang tidak dilayani oleh istrinya atau suami-suaminya, biasanya akan mencari pelarian di luar rumah.

Saya terus melakukan hal itu. Sampai suatu kali saya bertemu dengan seorang customer dan mengajak saya untuk ikut perkumpulan pria sejati.

 

Sejak saat itu, ada sesuatu yang mengusir hati saya. Saya bahkan tidak bisa tidur. Selalu merasa ngelisah. Sampai suatu ketika saya memutuskan untuk daftar dan ikut kelas itu.

Setelah itu, masalah kembali menerpa rumah tangga saya. Cecilia menghabiskan uang dalam jumlah yang berlebihan. Hal itu membuat saya berencana untuk menceraikan istri saya.

Tetapi sesaat setelah saya memulangkan Cecilia ke rumah orangtuanya, saya teringat dengan pengajaran yang dibagikan di Camp Pria Sejati itu. 

Saya teringat dengan ayat Efesus 5: 22, “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu…” Kadang saya ingin sekali memakai ayat ini untuk mengingatkan istri saya. Tetapi ayat ini masih punya kelanjutan bahwa di ayat selanjutnya dikatakan supaya suami-suami perlu mengasihi para istri.

Jadi saya menyadari satu hal, bahwa para suami harus ambil bagian terlebih dahulu mengasihi istri.

Ayat ini menyentuh hati saya. Saya dipeluk oleh pribadi Yesus. Di situlah saya mengenal ada satu pribadi yang menerima saya apa adanya saya. 

Tuhan Yesus mengingatkan supaya saya mengundang Dia di dalam pernikahan saya, di dalam pekerjaan saya. Di situlah saya baru menerima yang namanya damai sejahtera dan sukacita.

Pernikahan saya pun diselamatkan dan dipulihkan oleh Tuhan. Saya tanggalkan ego saya dan saya ampuni istri saya.

Bagaimana kisah kesaksian Yongkie dan Cecilia? Saksikan tayangannya di bawah ini.

 

 

Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini: https://bit.ly/InginDidoakan

 

 

Sumber : Solusi TV
Halaman :
1

Ikuti Kami