Sedih! Diserang Saat Sedang Ibadah, Pendeta dan Jemaat Gereja India Ini Luka Parah

Sedih! Diserang Saat Sedang Ibadah, Pendeta dan Jemaat Gereja India Ini Luka Parah

Lori Official Writer
857

Sekitar 200 orang menyerang sebuah gereja di Chhattisgarh, India bagian timur ketika jemaat sedang melakukan ibadah. Akibatnya satu pendeta dan sedikitnya dua orang jemaat terluka.

Pelaku penyerangan tersebut diketahui merupakan kelompok radikal Hindu. Menurut laporan International Christian Concern, kelompok ini menerobos masuk ke dalam gereja, yang merupakan sebuah rumah dan memukuli Pendeta Hemanth Kandapan dan salah satu jemaat. Lalu salah satu dari mereka menyeret pendeta tersebut keluar.

Tanpa pandang belas kasihan, massa yang lebih banyak segera memukuli sang pendeta dan menuduh dia telah melakukan penginjilan illegal terhadap umat Hindu di kota tersebut. Akibatnya pendeta dan jemaat yang terluka mengalami luka yang cukup parah dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Sebelum meninggalkan lokasi kejadian, kelompok tersebut mengancam akan membunuh siapapun yang masih melakukan doa di desa tersebut.

“Saya ditahan di rumah selama hampir sembilan jam. Selama ini saya diancam dan dilecehkan oleh kelompok tersebut di hadapan polisi,” ungkap Pendeta Kandapan.

 

Baca Juga: 7 Diskriminasi yang Dialami Umat Kristen di India Saat Perayaan Natal 2021

 

Seperti diketahui, serangan terhadap umat Kristen di India terus meningkat sejak kelompok radikal Hindu membuat kampanye pada tahun 2020 untuk menghentikan orang-orang suku atau penduduk asli pindah ke agama Kristen. 

Kelompok radikal ini menuntut supata pemerintah melarang mereka yang telah berpindah agama untuk mendapatkan akses pendidikan dan lowongan kerja.

Pada bulan September 2020, penduduk desa merusak 16 rumah milik orang Kristen dari suku tersebut dalam tiga serangan terpisah. Hal ini menyebabkan sebagian besar wanita melarikan diri ke hutan.

Sejak Perdana Menteri Narendra Modi dan Partai Bharatiya Janata berkuasa di tahun 2014, orang Kristen menjadi sasaran penganiayaan. 

Open Doors Amerika bahkan melaporkan bahwa lebih dari 60 negara Hindu telah melakukan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen.

“Ekstremis Hindu percaya bahwa semua orang India harus beragama Hindu dan bahwa negara harus bebas dari agama Kristen dan Islam,” terang Open Doors.

Selain itu, kelompok ini juga diketahui kerap melakukan kekerasan ekstensif untuk mencapai tujuan mereka, terutama menargetkan orang-orang Kristen yang sebelumnya adalah Hindu. 

“Orang-orang Kristen dituduh mengikuti kepercayaan asing dan disalahkan atas nasib buruk di komunitas mereka,” lanjut Open Doors.

 

Baca Juga: Dianggap Jadi Ancaman, Pembangunan Patung Yesus di India Ditolak Ratusan Aktivis

 

Bagi umat Kristen India, tahun 2021 adalah tahun dimana mereka mengalami menganiayaan yang paling ekstrim dalam sejarah negara tersebut. Setidaknya sebanyak 486 penganiayaan telah terjadi sepanjang tahun tersebut.

Yuk dukung doa supaya umat Kristen di negara ini diberikan kekuatan dan perlindungan yang sempurna dari Tuhan. Kita juga berdoa supaya mereka yang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruslamat dalam hidupnya, diberikan keteguhan iman untuk mengikut Dia sekalipun harus menghadapi masa-masa yang sulit. 

Sumber : Christianpost.com
Halaman :
1

Ikuti Kami