Fakta Alkitab: Wanita-wanita dalam Pelayanan Yesus, Salah Satunya Dilepaskan dari 7 Setan

Fakta Alkitab: Wanita-wanita dalam Pelayanan Yesus, Salah Satunya Dilepaskan dari 7 Setan

Claudia Jessica Official Writer
181

Tahukah kamu bahwa dalam kalangan Yahudi, ada sebuah ungkapan doa laki-laki Yahudi yang bersyukur karena lahir sebagai pria. Mengapa demikian, apakah menjadi wanita merupakan hal yang tidak diinginkan?

Namun rupanya, catatan injil menunjukan perhatian penuh Yesus kepada kaum wanita, bahkan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengambil bagian dalam pelayanan. Seperti apa kisahnya? Saksikan Fakta Alkitab berikut ini.

 

Wanita dalam Budaya Yahudi

Hukum Taurat berperan dalam melindungi wanita, namun demikian terlihat ada perbedaan-perbedaan posisi wanita di mata hukum. Hal ini lazim dalam budaya semitik yang patriarki, diantaranya:

- Wanita ditempatkan dalam keadaan najis, misalnya pada waktu haid dan masa setelah melahirkan. Panjangnya masa kenajisan itu bisa berlipat ganda apabila yang dilahirkan adalah bayi perempuan.

- Peraturan pasca pembuangan memberikan lebih banyak larangan bagi wanita. Mereka tidak lagi diizinkan untuk beribadah bersama laki-laki, tetapi dalam Bait Allah kedua mereka dipindahkan ke halaman luar.

- Dalam kalangan Yudaisme, terlahir sebagai perempuan dianggap sebagai kutukan, dan terdapat dalam ungkapan doa Yahudi dimana pria mengucap syukur kepada Allah karena dilahirkan sebagai laki-laki Yahudi, merdeka bukan sebagai budak atau seorang perempuan.

Namun Alkitab Perjanjian Baru menunjukan bahwa terdapat peran wanita dalam karya keselamatan. Tidak ada petunjuk dalam Injil yang memperlihatkan pengajaran dan perbuatan Yesus mengenai wanita lebih rendah dari laki-laki.

Hubungan Yesus dengan wanita sesuai dengan ajaran-Nya bahwa Kerajaan Allah menciptakan persekutuan kasih yang baru mencakup seluruh umat manusia. Tuhan Yesus tidak mempedulikan ras keturunan, status atau jenisnya dalam tiap pengajaranNya. Dan mereka yang dipilih Allah hanya berdasarkan kemurahan Allah, tidak berdasarkan kelahiran.

 

Sosok Para Wanita Pengikut Yesus

Kelahiran Yesus Kristus dalam rangka keselamatan memberi peranan penting kepada seorang wanita bernama Maria, ibu-Nya. Bagian kitab Injil lainnya juga memuat banyak cerita mengenai perjumpaan Yesus dengan wanita-wanita lainnya, seperti menyembuhkan perempuan yang mengalami pendarahan, bertemu perempuan yang mengurapiNya, serta berjumpa dengan Maria dan Marta yang disebut sebagai yang dikasihi Yesus (Yohanes 11:5). Banyak wanita yang dilayani Yesus kemudian membantu pelayanan Yesus.

Perikop Lukas 8:1-3 mencatat khusus mengenai perempuan-perempuan yang melayani Yesus. Mereka adalah:

- Maria Magdalena. Injil Lukas menulis Maria Magdalena sebagai wanita yang dilepaskan Yesus dari tujuh setan (Lukas 8:2). Ia kemudian menjadi wanita yang setia mengikut Yesus sampai pada penyaliban dan kebangkitan Kristus (Yoh. 19:25, 20:18).

- Berikutnya Yohana istri Khuza, bendahara Herodes. Ada yang menganggap Khuza adalah pegawai istana yang disembuhkan Yesus dalam Yohanes 4:46-53. Dalam Lukas 24:10 nama Yohana muncul lagi bersama dengan murid wanita lainnya pasca kematian Yesus. Ini menunjukan bahwa Yohana turut serta sampai akhir pelayanan Yesus.

- Lalu ada Susana. Alkitab memang tidak mengulas latar belakang Susana, namun ia merupakan salah satu wanita yang ditulis Alkitab turut melayani Yesus (Lukas 8:3).

- Kemudian ada beberapa wanita lain yang juga disebutkan dalam Lukas 8:3 yang disebut sebagai perempuan-perempuan yang melayani Yesus.

 

Bagian Alkitab lainnya juga menulis wanita-wanita lainnya yang melayani Yesus. Seperti:

- Ibu mertua Petrus yang disembuhkan dari sakit demam, kemudian melayani Yesus (Mark. 1:29-31).

- Lalu Maria dan Marta, saudara Lazarus (Lukas 10:38-42)

- Kemudian Salome (Mark. 16:1). Salome merupakan seorang wanita yang menyaksikan kematian Yesus di atas kayu salib (Mark. 15:40-41). Ia melayani Yesus sejak dari Galilea.

- Berikutnya ada Maria, Ibu Yakobus, istri Klopas (Yoh. 19:25). Maria ini termasuk dalam rombongan perempuan yang menyertai Yesus ke Yerusalem dan menjadi saksi penyaliban dan kebangkitanNya (Matius 27:55-56, 28:1)

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Perbedaan Status Sosial Para Wanita yang Melayani Yesus

Para wanita yang yang ditulis Alkitab melayani Yesus memiliki latar belakang sosial yang berbeda. Ada yang kaya maupun miskin, dan ada pula yang berstatus sosial tinggi, maupun rendah.

Seperti Yohana yang merupakan istri pejabat. Nama Yohana sebagai salah satu wanita yang melayani Yesus menunjukan bahwa pelayanan Yesus mampu menjangkau orang-orang yang berkedudukan tinggi di zaman-Nya. Lalu Lukas 8:3 juga mencatat para sosialita lainnya yang melayani Yesus dengan hartanya.

Kemudian ada Maria Magdalena yang menderita sakit, sama seperti Ibu Mertua Petrus yang juga mengalami sakit sebelum melayani Yesus dan murid-murid (Mark. 1:29-31).

Selanjutnya Maria dan Marta, saudara Lazarus yang menyambut Yesus di rumah mereka. Diduga mereka merupakan anak-anak yatim, sebab tidak satu pun dari penyampaian Alkitab yang menyebutkan kehadiran orangtua mereka dalam tiap  kisah mereka.

 

Peran Wanita dalam Pelayanan Yesus

Dalam pelayananNya, Yesus mengampuni, menyembuhkan dan mengajar para wanita. Pada gilirannya mereka yang diberkati dengan pelayanan Yesus kemudian menyerahkan diri untuk melayani Dia. Alkitab menyampaikan bahwa wanita yang melayani Yesus, melayaniNya dengan kekayaan mereka, mempersiapkan keperluan perjalanan, memberi tumpangan, memperhatikan kuburan-Nya, dan menjadi saksi mata mengenai kebangkitan-Nya.

Para kaum wanita setelah kenaikan Yesus juga berperan dalam pemberitaan Injil, mereka diberikan hikmat untuk berbicara tentang kebenaran Allah kepada orang lain. Ketika Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka, murid-murid yang berjumlah kira-kira 120 murid termasuk beberapa perempuan, mendapat kuasa untuk menjadi saksi-saksiNya (Kisah Para Rasul 1:14-15). Hal ini sesuai dengan nubuat dalam Yoel 2:28-29 yang dikutip oleh Petrus dalam khotbahnya. 

Para wanita yang bersama-sama dengan para rasul dalam Kisah Para Rasul 1:12-14 memegang tanggung jawab dalam pemberitaan Injil di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Dalam pelayanan-Nya di bumi, Yesus sering melakukan kontak dengan banyak wanita. Dan dari semuanya itu, Yesus memiliki tujuan yakni untuk mengangkat derajat perempuan ke posisi yang lebih tinggi.Dengan melibatkan wanita dalam pelayanan dan pengajaranNya, maka Yesus ingin menunjukan bahwa mereka termasuk sebagai sasaran misi dan keselamatan. Yesus menghormati perempuan, dan memperlakukannya setara dengan laki-laki, juga menawarkan jalan keselamatan yang sama kepada mereka.

 

 

Sumber : jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami