Coba Tebak, Apa Sih Ayat Terpendek Dalam Alkitab? Cek di Sini…

Coba Tebak, Apa Sih Ayat Terpendek Dalam Alkitab? Cek di Sini…

Lori Official Writer
231

Bagi Anda yang sering baca Alkitab mungkin tidak pernah memperhatikan mana ayat terpanjang dan terpendek di Alkitab. Karena fokus Anda ya membaca isi Alkitab.

Tapi sebagai sekadar pengetahuan, Anda perlu aware dengan hal ini. Dalam kuis-kuis Alkitab seringkali muncul pertanyaan: Apa ayat terpendek di dalam Alkitab?

Nah, untuk mengasah pengetahuan Anda. Jawaban.com akan membongkar jawabannya untuk Anda.

Jika ada banyak orang yang menyebut ayat Yohanes 11: 35 sebagai ayat terpendek di dalam Alkitab, maka saat ini saya menyebutnya kurang tepat. 

“Maka menangislah Yesus.” (Yohanes 11: 35)

Kenapa?

Secara teknis, Yohanes 11: 35 bukan ayat terpendek di dalam Alkitab. Karena dalam bahasa Yunani aslinya, ayat ini berisi 16 karakter.

“ἐδάκρυσεν ὁ Ἰησοῦς” demikian ditulis dalam bahasa Yunani aslinya.

 

Baca Juga: Tahukah Kamu, Kitab Terpendek di Perjanjian Lama Ada di Bagian Ini Loh!

 

Lalu yang manakah ayat terpendek di Alkitab berdasarkan bahasa aslinya?

Ayat ini hanya punya 14 karakter saja dalam bahasa aslinya. 

“Bersukacitalah senantiasa.” (1 Tesalonika 5: 16) atau dalam bahasa Yunani aslinya ‘Πάντοτε χαίρετε’.

Ayat ini menjadi pengingat yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Tesalonika. Sama maknanya seperti yang ditulis dalam Mazmur 30: 5.

“…sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.”

Sekalipun hanya mengandung dua kata dalam bahasa Indonesia, 1 Tesalonika 5: 16 menjadi pesan yang begitu penting bagi orang-orang percaya. Ayat ini bisa menjadi sumber penghiburan disaat kita sedang tertekan, sedih, menangis, kesepian dan dihimpit masalah. 

Kita diingatkan bahwa Tuhan berjanji jika segala suatunya akan jauh lebih baik (Roma 8: 28). 

Satu-satunya kunci untuk menghadapi depresi dan kesepian adalah dengan BERSUKACITA

 

Baca Juga: 15 Ayat Alkitab Spesial Buat Anda yang Hari Ini Lagi Lelah

 

Ayat ini juga mendorong kita untuk bukan hanya bersukacita saat keadaan baik-baik saja, tetapi bahkan saat dalam kondisi dimana kita sulit untuk tersenyum dan merasa baik-baik saja.

Jika saat ini Anda sedang berjuang untuk hubungan, pekerjaan, masalah dan masa depan Anda, ini saatnya untuk datang kepada Tuhan dan mengingat ayat di atas. Bersukacitalah senantiasa!

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami