Alami Nyeri dan Panas Di Persendian? Atasi Asam Urat Dengan Cara Ini

Health / 2 January 2022

Kalangan Sendiri

Alami Nyeri dan Panas Di Persendian? Atasi Asam Urat Dengan Cara Ini

Claudia Jessica Official Writer
733

Pernah mengalami rasa nyeri yang tak tertahankan? Atau rasa panas di area persendian? Hati-hati, itu bisa jadi pertanda asam urat lho.

Asam urat pada umumnya lebih mudah menyerang pria, khususnya yang berusia di atas 30 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan jika wanita juga bisa terserang penyakit ini. Pada umumnya, asam urat pada wanita muncul setelah mengalami menopause.

Semua sendiri di tubuh berisiko terkena asam urat. Namun yang biasa dan sendi yang paling umum terserang adalah jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Banyak orang sering kali salah kaprah menganggap asam urat sebagai rematik. Padahal, rematik hanyalah istilah yang menggambarkan rasa sakit persendian atau otot yang mengalami peradangan. Lantas apa saja gejala yang dialami oleh penderita asam urat? Dan bagaimana cara mengobatinya?

Gejala umum yang dirasakan oleh penderita asam urat:

  • Sendi mendadak sangat sakit
  • Kesulitan berjalan karena sakit
  • Nyeri semakin hebat dalam beberapa jam, bida disertai dengan pembengkakan, rasa panas, muncul warna kemerahan pada kulit sendi
  • Saat gejala mereda dan bengkak mengempis, kuli di sekitar sendi tampak bersisik, terkelupas, dan terasa gatal
  • Meski gejala mereda dengan sendirinya, tetap lakukan pengobatan untuk mencegah resiko kambuh

 

BACA JUGA: Biar Nggak Makin Parah, Ketahui Penyebab Asam Urat Dibawah Ini!

 

Asam urat tidak terjadi begitu saja. Ada faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya asam urat:

Ø  Keturunan

Ø  Baru saja mengalami cedera atau pembedahan

Ø  Sering mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna)

Ø  Sering mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman tinggi gula

Ø  Kerap menggunakan obat dan beberapa obat kemoterapi

Ø  Memiliki kondisi medis tertentu, misalnya diabetes, gangguan sindrom metabolik, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, leukemia, anemia, sleep apnea, hipertensi, dan obesitas

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA à

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami