Hidup Itu Diibaratkan Seperti Seni

Hidup Itu Diibaratkan Seperti Seni

Claudia Jessica Official Writer
      611

1 Petrus 5: 10

Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

 

Bacaan Alkitab setahun: Amsal 20; Efesus 3; Pengkhotbah 6-7

Hidup kita sama seperti aktivitas “Kintsukuroi” yang dilakukan oleh orang Jepang.

Kintsukuroi adalah Bahasa Jepang yang memiliki arti perbaikan emas.

Seperti namanya, prosedur ini berkaitan dengan memperbaiki tembikar. Dalam aktivitas Kintsukuroi, tembikar yang pecah diperbaiki dengan resin pernis yang dicampur dengan bubuk emas atau perak. Setelah objek dibersihkan dan dikeringkan dengan benar, retakannya disorot oleh pembuluh logam tipis yang mengalir di seluruh bentuknya.

Bagi orang Jepang, kerusakan dan perbaikannya menjadi bagian dari sejarah benda tersebut. Mereka menyebutnya mengubah dari sesuatu yang lama menjadi ciptaan yang baru.

Salah satu patung memiliki tulisan seperti ini, “Seni memperbaiki tembikar dengan pernis emas atau perak dan memahami bahwa potongan itu lebih indah karena pernah rusak.”

Saya ingat pernah membaca deskripsi ini dan terpukau oleh betapa menakjubkannya kata-kata yang mengandung pesan Injil itu. Tuhan menciptakan kita untuk menjadi cerminan diri-Nya yang kudus dan disucikan. Namun karena dosa, kita menjadi sekelompok anak hilang rusak dan cacat.

Alih-alih membuang kita, Tuhan mengambil potongan-potongan itu dan memulihkan kita. DIA mengubah kita menjadi sesuatu yang baru dan indah. Jejak dosa-dosa kita masih ada, tapi sekarang dosa-dosa itu telah dipenuhi dengan kasih Yesus Kristus. Setiap orang Kristen adalah karya seni yang dihiasi dengan rahmat, dan ketika orang melihat hidup kita, seharusnya mereka melihat betapa baiknya Tuhan dalam hidup kita.

Tapi itu bukan akhir. Alkitab memberitahu kita yang terbaik belum datang. Suatu hari, Kristus akan memperbaiki dunia kita dengan cara yang sama seperti DIA memperbaiki jiwa kita. Suatu hari, dia akan membuat semua hal menjadi baru.

“Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: ‘Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.’” – Wahyu 21: 1-4

Ingatlah bahwa kita adalah ciptaan baru di dalam Tuhan. Yang lama telah berlalu, yang baru telah datang.

 

Hak cipta oleh Ryan Duncan. Disadurkan dari crosswalk.com

Ikuti Kami