Perkataan yang Membawa Kehidupan

Perkataan yang Membawa Kehidupan

Claudia Jessica Official Writer
      927

Amsal 25:11

Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 51; Markus 1; Yesaya 55-56

Suatu ketika ada seorang ibu yang berkata kepada putrinya yang masih remaja saat memodelkan celana jins barunya,  katanya, “Bagian belakangmu selebar sisi gudang gandum.”

Bukankah itu kata-kata yang mematikan?

Lalu ada punya seorang lain yang berkata, “Tuhan membutuhkan putramu di surga, lebih dari yang kamu yang membutuhkannya di sini.”

Saya hampir tidak percaya ada orang-orang yang mampu mengatakan hal-hal yang mematikan seperti itu.

Kata-kata memiliki kekuatan untuk menyakiti atau menyembuhkan. Ada alasan mengapa kita memiliki dua telinga dan satu mulut. Kita harus mendengar dua kali lebih banyak daripada berbicara. Matius 12: 34-37 menjelaskan bahwa kata-kata mengungkapkan isi hati kita. Amsal 10:19 juga mengatakan, “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.”

Jadi, kata-kata yang kita ucapkan dapat memberikan kehidupan bagi orang lain, dan di sisi lain juga dapat mematikan kehidupan bagi orang yang mendengarnya.

Terkadang kita memang berbicara tanpa berpikir, namun Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kita perlu menjaga mulut kita karena kata-kata mencerminkan kondisi hati kita. Untuk itu, berdoalah agar Tuhan menuntun setiap perkataan kita sehingga mampu memberi kehidupan bagi orang lain, alih-alih mengambil kehidupan mereka.

Menyadari hal ini membawa saya kepada pertobatan. Menanggalkan kata-kata yang mematikan dan belajar bagaimana menggunakan kata-kata yang membawa kehidupan juga termasuk ke dalam pertobatan.

Mazmur 141:3 semakin mendorong saya, katanya, “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!”

Apa penjaga yang dimaksud oleh Firman ini? Maksudnya adalah keintiman kita dengan Yesus merupakan filter terbaik untuk mengendalikan perkataan kita. Apakah Anda ingin kata-kata Anda menjadi seperti “Apel emas dalam pengaturan perak?”

Untuk mencapai hal ini, kita harus menumbuhkan sikap rendah hati yang berpusat kepada Tuhan. Alih-alih menambahkan pertobatan ini ke dalam daftar tugas, lebih baik kita mengenal Yesus dengan lebih intim dan biarkan Dia mengubah hati kita.

Kita mungkin masih akan melakukan kesalahan dan mengatakan hal-hal yang kita harap bisa kita tarik kembali, namun saat itulah Injil akan mengubah kita melalui pertobatan dan komitmen baru untuk menyerah kepada “penjaga mulut kita”.

Filipi 4:8-9 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.”

 

Hak cipta oleh Sharon W. Betters, disadurkan dari crosswalk.com.

Ikuti Kami