Selembar Uang Kertas Di Dalam Sepatu

Selembar Uang Kertas Di Dalam Sepatu

Claudia Jessica Official Writer
      865

1 Timotius 6:17

Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 44; 2 Timotius 2; Yesaya 41-42

Suatu sore, seorang anak remaja berjalan-jalan bersama ayahnya. Ketika mereka melihat sepasang sepatu usang di tepi jalan, mereka yakin sepatu tersebut milik seorang pekerja rendahan yang bekerja di hutan. Anak itu berpaling pada ayahnya seraya berkata, “Ayo kita sembunyikan sepatunya, lalu bersembunyi di balik semak-semak dan lihat apa akan terjadi.”

Ayahnya menjawab, “Anakku, kita tidak seharusnya bersenang-senang dengan mempermainkan orang miskin. Kamu bisa melakukan sesuatu yang lebih baik, dan mendatangkan kesenangan yang lebih besar dalam dirimu. Mari kita masukkan uang ke dalam kedua sepatu usangnya. Setelah itu, kita bersembunyi untuk melihat reaksi orang tersebut.”

Anak remaja itu pun melakukan apa yang dikatakan ayahnya, lalu mereka bersembunyi di balik semak-semak.

Tak lama kemudian, si empunya sepatu keluar dari hutan dan bergegas mengambil sepatunya. Ketika memasukkan salah satu kakinya, ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal. Ia merogoh ke dalam sepatu dan nampak terkejut serta keheranan karena ada uang di dalam sepatunya.

Ia mengambil uang tersebut dari dalam sepatunya dan menatapnya. Kemudian melihat ke sekeliling apakah ada orang di sekitarnya. Tapi, ia tidak melihat seorangpun disana. Lalu ia memasukkan uang tersebut ke kantongnya, sambil memasang sepatu lainnya. Lagi-lagi ia terkejut karena ada uang di dalam dalam sepatunya yang lain.

Perasaan haru menguasainya, ia jatuh tersungkur dan menengadah ke langit. Doa ucapan syukur terdengar jelas dari mulutnya. Ia berseru mengenai istrinya yang sakit, dan anaknya yang kelaparan karena tak ada uang. Ia bersyukur atas kemurahan yang Tuhan berikan melalui orang yang ia tidak ketahui.

Melihat hal itu, si anak meneteskan air mata. Ia berpaling pada ayahnya seraya berkata, “Ayah telah memberiku pelajaran yang takkan kulupakan.”

Terkadang Roh Kudus juga mengingatkan kita untuk berbuat hal yang mulia seperti ayah sang anak seperti kisah di atas. Namun pilihannya ada di tangan Anda. Apakah Anda mau berbuat baik, atau tidak.


Apakah Anda merasa diberkati dengan renungan harian ini? Mari sebarkan kabar baik sampai ke seluruh Indonesia bersama kami dengan menjadi Mitra CBN. Dengan menjadi Mitra CBN, artinya Anda telah ambil bagian dalam penyebaran Injil di seluruh Indonesia. Daftarkan diri Anda dengan klik link di bawah:

DAFTAR MITRA CBN

Ikuti Kami