Nggak Hanya di Sini, Tuhan Hadir Dimana-mana

Nggak Hanya di Sini, Tuhan Hadir Dimana-mana

Claudia Jessica Official Writer
      831

Mazmur 84:4

Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 23; Matius 23; Yesaya 3-4

Tuhan hadir dimana-mana. Dia bergerak, hidup, bernafas, dan bekerja untuk kita. Mazmur 84:4 menyatakan betapa luasnya kehadiran Bapa Surgawi kita dengan mengatakan demikian, “Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!”

Mazmur 84 menyatakan bahwa burung-burung di udara sekalipun bisa mendapati rumah mereka di mezbah Allah yang mahakuasa dan hidup. Bahkan burung-burung tersebut dapat datang ke hadirat Tuhan.

Mazmur itu menimbulkan pertanyaan: jika burung-burung datang ke hadapan Pencipta mereka sementara hanya ada di Bumi, seberapa banyak lagi kehadiran Bapa surgawi kita bagi kita, anak-anak-Nya? Seberapa jauh tangan-Nya menjangkau kita yang sekarang ditutupi oleh pengorbanan kuat Tuhan kita Yesus Kristus?

Tidak ada tempat di mana kita bisa lari dan lari dari jangkauan Tuhan. Daud menulis dalam Mazmur 139:7-12, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.”

Tuhan dari segala penghiburan, dari segala belas kasihan, dari segala pengampunan, dan dari segala kasih mengelilingi Anda saat ini. Dan sebagai anak Allah, Roh-Nya sekarang berdiam di dalam Anda.

Sebelum kematian Yesus, umat Allah tidak memiliki akses tetap ke kepenuhan kehadiran-Nya. Sifat kekudusan-Nya dan dosa kita menciptakan jurang yang tidak dapat diatasi antara kita dan Dia. Tetapi melalui kematian Yesus, sekarang kita memiliki akses untuk mendekat kepada Tuhan kapan saja, dan di mana saja.

Jurang antara Allah dan kita telah terkoyak, dan sekarang kita dapat menjalani hidup kita terus-menerus dengan mengalami kehadiran nyata dari Bapa surgawi kita.

Di mana Anda membutuhkan kehadiran Tuhan untuk memenuhi Anda hari ini? Di mana Anda membutuhkan penghiburan, kedamaian, atau kesabaran? Di mana Anda perlu dicintai, dipegang, disukai, atau diinginkan? Bapa surgawi Anda sedang menunggu untuk bertemu dengan Anda seperti yang dilakukan ayah dengan anak yang hilang.

Dia sedang menunggu untuk mengadakan pesta di mana Anda adalah tamu kehormatannya. Dia mencintaimu, menyayangimu, menginginkanmu, dan sekarang, dia memilikimu. Tidak ada pengalaman yang lebih baik dalam hidup selain berhubungan langsung dengan Bapa surgawi Anda. Semoga Anda membuka hati Anda dan mengalami semua yang Dia rindukan untuk Anda curahkan hari ini saat Anda menghabiskan waktu untuk bertemu dengannya dalam doa.

1. Renungkan kemahahadiran Tuhan. Perbarui pikiran Anda dengan ketersediaan kehadirannya yang nyata.

Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku! -Mazmur 84:3

(Baca Mazmur 139: 7-12)

2. Sekarang mintalah Tuhan untuk memenuhi Anda dengan pengetahuan tentang kehadiran-Nya di sekitar Anda. Minta Dia untuk menunjukkan wajahnya. Tanyakan pada-Nya bagaimana perasaan-Nya tentang Anda dan apa yang ingin Dia lakukan di dalam, di sekitar, dan melalui Anda hari ini. Buka hati dan pikiran Anda untuk-Nya. Runtuhkan semua dinding yang telah Anda bangun antara Anda dan Dia.

3. Beristirahatlah di hadirat Bapa surgawi Anda. Luangkan waktu untuk membiarkan kehadiran-Nya semakin dalam. Minta dia untuk membuat Anda semakin sadar akan kebaikan dan kedekatannya.

(Baca Mazmur 84: 1-4).

Kita diciptakan untuk berhubungan langsung dengan Bapa Surgawi kita.

Dari hubungan yang kita jalin dengan Tuhan ini akan muncul tujuan, kemampuan, anugerah, dan kasih bagi orang lain. Keterkaitan ini mendorong kita untuk terbuka pada tuntuan Roh Kudus.

Perjuangakan hubunganmu dengan Tuhan di atas segalanya. Jangan biarkan apapun datang sebelum Anda menghabiskan waktu bersama Bapa Surgawi Anda dan mengalami kebaikan-Nya.

 

Disadurkan dari crosswalk.com.

Ikuti Kami