Ketika Hidup Tak Sesuai Rencana, Haruskah Marah ke Tuhan?

Ketika Hidup Tak Sesuai Rencana, Haruskah Marah ke Tuhan?

Lori Official Writer
      878

Yakobus 4: 14

"Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 18; Matius 18; Amos 6-7

Pernahkah Anda marah ke Tuhan?

Sebagian dari kita mungkin pernah mengalaminya. Itu bisa terjadi karena banyak hal, kadang karena kita seolah berhadapan dengan jalan buntu di hadapan kita. Atau mungkin karena masalah datang bertubi-tubi. Sejak itu, kita mulai mengkambinghitamkan Tuhan atas apa yang kita alami, seolah-olah semua yang terjadi atas kita dengan teganya dilakukan oleh Tuhan. 

Anda tah, saat kita masuk dalam situasi ini si iblis akan terus menggaruk amarah kita kepada Tuhan. Sehingga kita akan terus fokus kepada kepentingan kita sendiri, bukan orang lain. 

Sayangnya, kita perlu menyadari bahwa masalah yang terjadi dalam hidup kita terjadi karena keinginan egois kita sendiri.

Kalau kita bisa mendikte Tuhan, maka Dia bukanlah Tuhan! Jadi kenapa kita menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengkuatirkan masa depan kita? Semakin kita jauh dari Tuhan, semakin banyak dorongan dari keinginan kita sendiri.

Sebaliknya, saat kita semakin dekat dengan Tuhan kita akan semakin melihat kasih-Nya atas hidup kita. Kadang kita melihat hidup orang-orang yang tidak mengenal Tuhan jauh lebih sukses dan kadang kita melihat orang yang mengenal Tuhan justru hidup dalam penderitaan.

Selama bertahun-tahun, saya juga terus bertanya-tanya kepada Tuhan kenapa Dia mengambil ayah saya saat saya masih berusia 13 tahun? Kenapa saya diizinkan merokok dan saya merusak banyak hal dalam hidup saya? Kenapa anak kami mengidap autis? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Masalah saya dan Anda dengan Tuhan akan terus jadi masalah saat kita mencoba untuk mengubah dunia ini menjadi surga.

Tak heran kita frustrasi dengan rencana yang kita buat. Kita melihat ketidakadilan tapi kita tidak melihat apa yang terjadi di balik layar. Di Disney World, ada satu wahana berbentuk Kerajaan Sirih di bawah. Semua orang yang berada di atas melakukan semua pekerjaan supaya sesuai dengan rencana. Saya yakin kita bisa melihat ada banyak kekacauan di bawah. Tapi kita hanya fokus melihat kepada taman hiburan yang ada di atas.

Di hidup ini, kita menyamakan kegembiraan dengan memegang kendali. Kita mau memastikan bahwa kita mendapatkan semua bagian terbaik karena itu akan menjamin keamanan kita. 

Tak peduli seberapa banyak uang yang Anda punya, seberapa aman pekerjaan Anda, kesehatan Anda atau masa depan Anda, semuanya bisa hilang seperti uang dalam sekejap. Ya hanya sekejap saja!

Mari belajar dari ucapan Ayub di bawah ini, setelah semua pertanyaan dan kekuatirannya akhirnya Tuhan menjawab Ayub.

“Dapatkah engkau melepaskan kilat, sehingga sabung-menyabung, sambil berkata kepadamu: Ya? Siapa menaruh hikmat dalam awan-awan atau siapa memberikan pengertian kepada gumpalan mendung? Siapa dapat menghitung awan dengan hikmat, dan siapa dapat mencurahkan tempayan-tempayan langit, ketika debu membeku menjadi logam tuangan, dan gumpalan tanah berlekat-lekatan? Dapatkah engkau memburu mangsa untuk singa betina, dan memuaskan selera singa-singa muda, kalau mereka merangkak di dalam sarangnya, mengendap di bawah semak belukar? Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan?” (Ayub 38: 35-41)

Walaupun Singa berburu, Tuhan sendiri membawakan mangsa kepada Singa. Jangan pernah terlalu arogan sehingga Anda berpikir semua kerja keras, jam kerja yang panjang dan permainan politik akan memberi Anda semua yang Anda perlukan. Bagian kita adalah melakukan apa yang kita bisa lakukan lewat talenta yang Tuhan sudah berikan kepada kita tetapi ‘kemenangan hanya akan selalu milik Tuhan.’

Sekalipun Anda bekerja selama 24 jam sehari, tapi jika Tuhan tidak menginginkan Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan, Anda tidak akan mendapatkannya. Jika Anda ingin marah kepada Tuhan, maka salahkan si iblis karena dia sudah membohongi Anda. 

Hari ini cobalah untuk melakukan semua hal dalam hidup kita dengan membajak talenta yang kita punya dan berharaplah supaya Tuhan sendiri yang memberkatinya. Tidak ada hal apapun di dunia ini yang bisa mencuri sukacita Anda. Karena Anda sudah memperoleh kemenangan dari Tuhan.

 

Hak cipta Brad Henry, disadur dari Cbn.com

Ikuti Kami