Katakan Ya Jika Ya, Karena Perkataan Negatif Bisa Menjerat

Katakan Ya Jika Ya, Karena Perkataan Negatif Bisa Menjerat

Lori Official Writer
      1226

Matius 5: 37

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 150; Yohanes 10; 1 Tawarikh 11-12

Hampir setiap hari kita mendengar orang-orang di sekitar kita mengucapkan sumpah serapah. Anehnya, tak sedikit juga orang Kristen yang ikut-ikutan mengucapkan kata-kata negatif ini tanpa memikirkan akibatnya.

Itu sebabnya, kita selalu pasti menyaksikan hampir setiap hari ada banyak pemberitaan di media tentang orang-orang yang bersumpah palsu di pengadilan atau pun bersumpah palsu di tempat-tempat tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang yang mengucapkan sumpah tidak menyadari akibat yang akan ditimbulkan oleh ucapan mereka.

Namun kita menemukan penegasan yang serius dari Tuhan Yesus bahwa tak seorangpun diizinkan bersumpah dengan sembarangan. Yesus hanya mengizinkan kita berkata ‘Ya’ kalau ‘Ya’ dan berkata ‘Tidak’ kalau ‘Tidak’.

Lewat ayat ini, Yesus mau menyampaikan kepada kita dari mana sebenarnya asal dari perkataan kita. Di Matius 5: 37, Yesus berkata, “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.”

Ini artinya, kalau kita adalah orang yang benar atau sungguh-sungguh Kristen, maka kita harus memperhatikan perkataan kita. Kita harus berani tegas berkata ‘Ya’ tanpa kompromi. Karena perkataan yang kita ucapkan bisa jadi jerat atas hidup kita.

Akibat inilah yang mau Yesus sampaikan kepada kita lewat renungan hari ini. Di Matius 12: 35-37, Yesus menyampaikan, “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum…"

Tahukah kamu, Yesus menyampaikan hal ini dengan sangat serius. Karena akibat yang kita terima dari perkataan kita juga tidak main-main. Sebagai murid-murid Kristus, Tuhan menaruh ekspekstasi yang tinggi atas cara hidup kita, termasuk kata-kata yang kita lotarkan kepada orang lain.

Kalau kita tidak berani tegas dengan perkataan kita, maka kita harus siap menerima risikonya. Sebaliknya, dengan menjaga perkataan berarti kita mau taat kepada kebenaran firman Tuhan. Sehingga hidup kita menjadi teladan bukan saja di antara saudara seiman, tetapi juga di antara orang-orang yang tidak mengenal Allah. 

Hari ini, yuk mulai memperhatikan setiap ucapan yang keluar dari mulut kita. Ingatkan dirimu sendiri bahwa ucapan yang buruk hanya akan menyebabkan dampak yang buruk, seperti sakit hati dan juga dendam di hati orang lain. Sebisa mungkin, pupuklah damai dan sukacita bersama orang lain.

 

 

Hak cipta Abbalove Ministry, disadur oleh Jawaban.com

 


Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR DI SINI

Ikuti Kami