Ada Berkat di Balik Setiap Pekerjaan Kita

Ada Berkat di Balik Setiap Pekerjaan Kita

Claudia Jessica Official Writer
      1428

Pengkhotbah 2: 11

Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 37; Kisah Para Rasul 9; Keluaran 23-24

Pekerjaan sudah menjadi hal yang lumrah bagi banyak orang. Satu generasi menerapkan siklus ‘bekerja keras dan sedikit bermain.’ Sedangkan generasi lainnya menerapkan hal sebaliknya.

Sepertinya kita telah lupa mengenai kebenaran yang disampaikan oleh William James: “Tidak ada yang berhasil kecuali jika kamu lebih menyukai melakukan hal lain.” Dengan kata lain, jika kamu benar-benar menikmati suatu pekerjaan, maka hal tersebut bukanlah pekerjaan.

Mungkin kita telah mengabaikan kebenaran megenai mentalitas kita yang “Ah, gak sabar menunggu sampai hari Jumat” atau hari Sabtu, hari dimana kita akan segera libur keesokan harinya.

Alkitab tidak memberikan janji yang menyenangkan bagi orang-orang malas seperti itu.

Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.

Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.

Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.

(Amsal 12: 11, 24, 27)

Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum, tetapi dengan kekuatan sapi banyaklah hasil.

Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.

(Amsal 14: 4, 23)

Untuk mendapatkan janji “kerja keras dan sukses” dari Kitab Amsal, Kitab Pengkhotbah meyakinkan kita bahwa manusia tidak bisa mendapatkan kepuasan tertinggi mereka dari bekerja. Hanya Tuhan yang dapat memberikan kepuasan seperti itu.

Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari (Pengkhotbah 2: 11).

Paulus, seorang pekerja keras dalam pelayanan, ia adalah orang yang paling tidak bisa bersabar dengan kemalasan. Ia tahu bahwa kemalasan tidak menyenangkan Tuhan, ia juga tahu bahwa kemalasan membuat orang-orang tidak percaya memiliki pandangan yang rendah terhadap orang Kristen.

Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka. (1 Tesalonika 4: 11-12)

Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman. (1 Timotius 5: 8)

Paulus menjanjikan sesuatu kepada kita tentang hal yang seringkali kita lupakan, yaitu pekerjaan tidak akan jadi membosankan, jika kita bisa melakukannya untuk kemuliaan Tuhan. Seperti seluruh bagian tubuh kita yang dapat memuliakan Tuhan, demikianlah pekerjaan kita pun dapat melakukan hal yang sama:

Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. (Efesus 6: 6-7)

Kitab Janji Tuhan — Hak Cipta, 1999 oleh J. Stephen Lang. Semua hak dilindungi undang-undang, digunakan dengan izin.

 


Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terbubung dengan Tim doa kami http://bit.ly/InginDidoakan

Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling. http://bit.ly/inginKonseling

Ikuti Kami