Ini yang Tuhan Katakan Soal Kebanggaan dan Kesombongan

Ini yang Tuhan Katakan Soal Kebanggaan dan Kesombongan

Claudia Jessica Official Writer
      1685

Lukas 14: 11

Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 36; Kisah Para Rasul 8; Keluaran 21-22

Orang bisa bangga karena banyak hal, seperti penampilan, harta benda, kecerdasan, pekerjaan, kemahiran, hubungan keluarga, bahkan agama mereka. Apakah Tuhan menyangkal kita jika kita menikmati kenyamanan, memiliki rumah atau mobil, memiliki pendidikan yang baik, memiliki beberapa prestasi dalam hidup? Tentu saja tidak.

Tak ada satu pun dari hal-hal ini yang salah. Ketika Alkitab berbicara tentang keangkuhan dan kesombongan, ia membicarakan tentang berhala, penyembahan terhadap dewa, dan lain-lain. Ia berbicara tentang memikirkan diri sendiri sedemikian rupa sehingga Tuhan tidak memiliki tempat dalam hidup kita.

Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. (1 Samuel 2: 3)

Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. (Mazmur 31:24)

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan. (Amsal 3: 7)

Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman.

Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.

Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan dengan orang congkak. (Amsal 16: 5, 18-19)

Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa. (Amsal 21: 4)

Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. (Yesaya 2: 11)

Kepada dunia akan Kubalaskan kejahatannya, dan kepada orang-orang fasik kesalahan mereka; kesombongan orang-orang pemberani akan Kuhentikan, dan kecongkakan orang-orang yang gagah akan Kupatahkan. (Yesaya 13: 11)

Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. (Habakuk 2: 4)

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. (Matius 5: 3, 5)

Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil."  (Matius 11: 25)

Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." (Markus 9: 35)

Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. (1 Yohanes 2: 16)

Jenis kebanggaan terburuk adalah kesombongan spiritual. Yesus memahami hal ini, dan mengetahui bahwa orang yang tampak religius bisa sangat sia-sia. Salah satu perumpaan sederhana mengenai masalah ini, menjanjikan berkat bukan pada orang yang sombong secara rohani tetapi pada mereka yang merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Yesus menceritakan kisah ini kepada beberapa orang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mencemooh orang lain:

“Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.” (Lukas 18: 10-12)

“Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 18: 13-14)

 

Hak Cipta, 1999 oleh J. Stephen Lang. Semua hak dilindungi undang-undang, digunakan dengan izin.


Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terbubung dengan Tim doa kami http://bit.ly/InginDidoakan

Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling. http://bit.ly/inginKonseling

Ikuti Kami