RIP Desmond Tutu, Sang Uskup Peraih Nobel Perdamaian dan Pejuang Apartheid Afrika Selatan

News / 27 December 2021

Kalangan Sendiri

RIP Desmond Tutu, Sang Uskup Peraih Nobel Perdamaian dan Pejuang Apartheid Afrika Selatan

Lori Official Writer
914

Afrika Selatan tengah berduka akibat kehilangan tokoh perdamaian dunia Desmond Tutu. Peraih Hadiah Nobel Perdamaian Afrika Selatan ini tutup usia umur 90 tahun. 

Para pemimpin dunia dan orang-orang yang mengenalnya turut berduka atas kematian sosok aktivis modern yang memperjuangkan kebijakan rasis apartheid bagi kaum kulit hitam.

Semasa hidupnya, Tutu berjuang tanpa lelah demi meruntuhkan rezim apartheid yang berlangsung selama puluhan tahun di Afrika Selatan.

Bahkan selama menjabat sebagai Uskup di Johannesburg dan Uskup Agung Aglikan di Cape Town, Tutu kerap kali membagikan kegelisahannya melalui mimbar dan melawan opini-opini publik terkait ketidakadilan rasial. 

 

Baca Juga: Desmond Tutu Dapat $1,7 Juta Karena Promosikan Pengampunan dan Keadilan

 

Perjuangan yang sama membuat Tutu dan Nelson Mandela memiliki hubungan yang sangat dekat. Bahkan keduanya sama-sama meraih Nobel Perdamaian dan berkomitmen untuk membangun Afrika Selatan menjadi lebih baik dan memperjuangkan hak kaum kulit hitam di mata dunia.

Setelah Nelson Mandela resmi menjadi pada tahun 1994, dia menunjuk Tutu menjadi Ketua Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi terkait isu apartheid.

Tutu akhirnya menutup mata pada Minggu, 26 Desember 2021. Dia meninggal dunia di Oasis Frail Crae Center di Cape Town setelah dirawat di rumah sakit selama beberapa kali sejak tahun 2015, setelah didiagnosa menderita kanker prostat pada tahun 1997.

“Dari trotoar perlawanan di Afrika Selatan hingga mimbar katedral besar dunia dan tempat-tempat ibadah, dan upacara Penghargaan Nobel Perdamaian yang bergengsi, The Arch menyatakan dirinya sebagai non-sektarian, juara inklusif hak asasi manusia universal,” kata Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Sebelum dimakamkan, Afrika Selatan akan melakukan masa berkabung selama tujuh hari di Cape Town. Jenazahkan akan disemayamkan di Katedral St. George di Cape Town. Table Mountain yang bahkan menjadi ikon Cape Town dibuat dengan warna ungu sesuai dengan warna jubah yang dikenakan oleh Tutu.

 

Baca Juga: Pernyataan Cinta Uskup Afsel Kepada Aung San Suu Kyi

 

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson merupakan salah satu pemimpin dunia yang memberikan penghormatan terakhir. Dia menyampaikan bahwa sosok Tutu merupakan tokoh penting bagi Afrika Selatan.

“Dia adalah tokoh penting dalam perang melawan apartheid dan dalam perjuangan untuk menciptakan Afrika Selatan yang baru, dan akan dikenang karena kepemimpinan spiritual dan humornya yang luar biasa,” ungkap Johnson. 

Di akhir hidupnya, Tutu meninggalkan seorang istri bernama Leah (66 tahun) dan empat orang anak.

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga dan negara Afrika Selatan. Hal-hal baik yang sudah ditabur oleh Desmond Tutu semasa hidupnya akan menjadi warisan iman bagi bangsanya dan juga dunia.

Sumber : Cbn News
Halaman :
1

Ikuti Kami