Kristen Pakistan: Kami Merayakan Setiap Momen Natal Seolah Itu Adalah Hari Terakhir Kami

News / 26 December 2021

Kalangan Sendiri

Kristen Pakistan: Kami Merayakan Setiap Momen Natal Seolah Itu Adalah Hari Terakhir Kami

Lori Official Writer
596

Setiap tahunnya, umat Kristen di Pakistan punya alasan kuat mengapa mereka takut merayakan Natal. Salah satunya adalah karena peristiwa bom bunuh diri yang pernah terjadi di gereja dan menewaskan banyak jemaat.

Ketakutan itu terus menghantui umat Kristen Pakistan hingga hari ini. Di perayaan Natal tahun ini, beberapa keluarga sudah berencana untuk tidak menghadiri ibadah gereja secara bersamaan.

Waseem Khokhar, salah satu mitra dari lembaga misi Release International menyampaikan bahwa beberapa keluarga Kristen memilih untuk menghadiri ibadah Natal secara terpencar. Hal ini dibuat untuk menghindari kejadian serupa terjadi.

“Sebagian keluarga menghadiri ibadah di tengah malam, sebagian lainnya akan menghadiri ibadah utama, karena mereka tidak mau semua anggota keluarganya mati (jika terjadi bom bunuh diri lagi). Jika, Tuhan melarang sesuatu terjadi, setidaknya salah satu anggota keluarga akan tetap selamat untuk menjaga anak-anak mereka,” ungkap Khokhar.

Hingga saat ini, umat Kristen di Pakistan sangat memerlukan perlindungan. Karena sebagai kaum minoritas mereka kerap menjadi sasaran penganiayaan. 

Sementara beberapa umat Kristen di pedesaan, yang hidup di bawah kemiskinan, harus diperbudak sebagai buruh tambang batu bara.

“Banyak yang tidak punya pakaian yang layak untuk dipakai. Ada yang bilang mereka tidak pernah makan makanan enak seumur hidup mereka. Jadi di musim Natal ini, kami selalu berkomunikasi dengan mereka dan membagikan makanan Natal,” lanjutnya.

Khokhar melanjutkan bahwa pelayanan mereka tergerak untuk membantu selama sebulan penuh umat Kristen dengan mengunjungi mereka dan memberikan bantuan kebutuhan dasar.

“Jika kita tidak membagikan kasih Kristus untuk Natal ini, itu bukanlah Natal yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Sementara itu kaum mayoritas terus memburu umat Kristen karena menganggap mereka tidak layak hidup di negara tersebut. Meski begitu, mereka tetap bertahan dan percaya bahwa Tuhan memiliki rencana atas hidup mereka untuk Pakistan.

“Ada beberapa kelompok Muslim yang mengatakan bahwa kaum minoritas Kristen tidak berhak hidup di Pakistan. Tapi kami percaya bahwa meskipun mengalami diskriminasi, penganiayaan dan kesulitan, Tuhan sudah menempatkan kami di sini untuk menjadi saksi-Nya dan kami siap mati untuk Dia,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa serangan bom bunuh diri mengerikan di masa lalu menjadi pengalaman yang menorehkan trauma mendalam. Namun hal itu tidak menghentikan mereka untuk tetap merayakan Natal setiap tahunnya.

“Kami merayakan setiap Natal seperti ini adalah hari terakhir kami, karena ada begitu banyak ketidakpastian. Tapi kami selalu merayakannya,” jelas Khokhar.

Di tengah keadaan ini, dia pun meminta dukungan doa untuk semua umat Kristen Pakistan. Supaya Tuhan kiranya selalu memberikan perlindungan dan pertolongan atas mereka. 

“Kami meminta Anda untuk berdoa bagi keamanan kami saat kami mengadakan ibadah pujian dan pertemuan pubolik,” pintanya.

Apa yang dialami umat Kristen di Pakistan jelas sangat menyayat hati kita semua. Karena itu kita perlu berdiri bersama dan berdoa atas perlindungan dan penjagaan Tuhan bagi gereja-gereja yang merayakan Natal kali ini. Bukan hanya di Pakistan, tetapi kita juga meminta hal serupa terjadi kepada seluruh gereja yang ada di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Kiranya perayaan Natal kali ini, kita dijauhkan dari setiap tindakan-tindakan kejahatan yang berusaha merusak suasana Natal yang damai dan khidmat ini.

Sumber : Christiantoday.com
Halaman :
1

Ikuti Kami