Viral Kakek Muslim Hibahkan Tanah Buat Gereja, Ternyata Ini Alasannya
Sumber: detik.com

News / 20 December 2021

Kalangan Sendiri

Viral Kakek Muslim Hibahkan Tanah Buat Gereja, Ternyata Ini Alasannya

Claudia Jessica Official Writer
1443

Seorang kakek warga Arakan, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut) ramai dibicarakan lantaran memberikan tanahnya untuk sebuah gereja di daerahnya. Kakek yang bernama Ade Robo Lahma itu menganut agama Islam dan menghibahkan tanahnya yang berukuran 26x36 meter kepada Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM) Efrata Rap-rap, Wilayah Semenanjung Tatapaan, Minahasa Selatan.

Kakek Lahma memberikan surat tanah seluas 884 meter persegi itu kepada Pendeta Welly Pudihang yang merupakan perwakilan gereja. Proses penyerahan surat ini disaksikan oleh Wakil Bupati Minahasa Selatan, Petra Rembang.

Usut punya usut, tanah tersebut dihibahkan oleh Kakek Lahma karena merupakan amanah dari orang tuanya.

“Ini hanya meneruskan amanah orang tua saya. Kalau tidak meneruskan amanah saya nanti jadi dosa. Sepeser pun tidak dibayar,” kata Kakek Lahma, sebagaimana dikutip dari detik.com pada hari Minggu (19/12/2021).

Menurut kakek Lahma, apa artinya memiliki harta jika tidak bermanfaat bagi sesama manusia?

“Syukur-syukur alhamdulillah, merasa lebih lega, lebih sehat. Malahan setiap saat saya berdoa, keluarga saya Lahma ini tetap dijaga,” pungkasnya.

Terlebih lagi, kakek Lahma yakin bahwa apa yang dilakukannya ini tidaklah bertentangan dengan Pancasila.

“Apakah cara saya ini bertentangan dengan Pancasila, saya rasa tidak. Sama-sama kita bertuhan, saya sedekahkan untuk umat beragama, wajar kan,” katanya.

Lewat aksinya ini, kakek Lahma berharap Presiden Joko Widodo dapat mempertahankan toleransi antar umat beragama.

BACA JUGA: Bersaksi di Gereja, Jonas dan Asmirandah Malah Diancam Bom

 

“Kerinduan saya ketemu Pak Presiden atau Wakil Presiden. Saya sampaikan supaya Pak Presiden tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan toleransi yang tinggi,” katanya.

Pendeta Welly Pudihang, STh, sebagai pihak gereja GMIM Rap-rap mengungkapkan rasa terima kasihnya sekaligus membenarkan bahwa lahan tersebut dihibahkan oleh keluarga Harga selaluas 26x36 meter persegi.

“Memang tanah gereja ini berukuran 26 kali 36 adalah dihibahkan oleh orang tuanya pak Ade Robo Lahma,” kata dia.

Tanah tersebut diketahui merupakan milik orang tua dari kakek Robo Lahma dan telah dihibahkan secara lisan pada tahun 1938. Baru saat inilah kakek Lahma menghibahkan tanahnya dengan berkekuatan hukum dalam bentuk sertifikat tanah.

Tindakan kakek Lahman menghibahkan tanah untuk gereja ini diapresiasi oleh Kementrian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara (Sulut). Kemenag memberikan piagam penghargaan kepada kakek Lahma dan menyebutnya menjadi contoh toleransi antar umat beragama di Indonesia.

Kepala Kanwil Kemenag Sulut, Anwar Abubakar mengatakan hal ini adalah momen berharga, berbagi itu indah serta kebersamaan pasti akan memberikan kedamaian.

“Kegiatan ini adalah take off di Sulawesi Utara dalam rangka memasuki tahun 2022 sebagai tahun toleransi” kata Anwar yang dikutip dari detik.com pada hari Senin (20/12/2021).

Kakek Lahma merasa senang dan bahagia mendapatkan penghargaan tersebut dan mengajak agar kehidupan toleransi antar umat beragama harus selalu dijaga.

“Saya senang mendapatkan piagam penghargaan. Kita manusia harus menjaga hati, tidak pandang suku golongan agama,” pungkasnya.

 

BACA JUGA: Akhirnya! Setelah Polemik Lebih Dari Satu Abad, GKI Yasmin Mulai Dibangun

Sumber : detik.com
Halaman :
1

Ikuti Kami