Keras Hati yang Menuai Malapetaka
Kalangan Sendiri

Keras Hati yang Menuai Malapetaka

Lori Official Writer
      1215

Keluaran 7: 20

Demikianlah Musa dan Harun berbuat seperti yang difirmankan TUHAN; diangkatnya tongkat itu dan dipukulkannya kepada air yang di sungai Nil, di depan mata Firaun dan pegawai-pegawainya, maka seluruh air yang di sungai Nil berubah menjadi darah

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 17; Ibrani 11; Ayub 11-12

Peristiwa dimana Allah membuat tulah dimana sungai Nil berubah menjadi darah adalah bukti bahwa Allah berkuasa atas semua ciptaan-Nya.

Bagi orang Mesir, Sungai Nil adalah sumber mata air terpenting saat itu. Kehidupan mereka tergantung penuh kepada sungai tersebut. Tetapi Allah sengaja merusak sungai itu dan membuatnya berubah menjadi darah untuk menyatakan bahwa Dia memiliki kendali penuh atas perekonomian orang-orang Mesir.

Udara yang kita hirup, air yang kita minum, proses kehidupan yang kita jalani, planet yang kita tempati dan seisi alam semesta ini, bukanlah kepunyaan kita semata. Itu adalah hadiah atas kasih Tuhan untuk kita nikmati selama hidup di dunia ini. 

Kasih Allah, karunia Yesus Kristus, pengampunan atas dosa-dosa kita, panggilan kita sebagai orang-orang beriman, penghiburan dari Roh Kudus, kehidupan kekal, semuanya bukanlah hasil dari usaha kita. Semuanya adalah pemberian Allah.

 

Baca Juga:

Tuhan Tidak Pernah Menjauh dari Kita

Apakah Kamu Masih Enggan Mengenal dan Menerima Kasih Tuhan? Baca Ini Dulu….

 

Allah adalah pemilik dari segala sesuatu yang ada di tengah dunia ini, termasuk apa yang kita pakai dan miliki saat ini. Karena itulah kita perlu meyadari bahwa tugas kita adalah sebagai pengelola yang baik atas segala hal yang Dia sudah percayakan. Saat kita diberikan kebebasan untuk menikmati dan menggunakannya, maka seharusnya kita menghargai dan memeliharanya dengan baik.

Satu-satunya alasan kenapa Allah melakukan tulah di Sungai Nil adalah karena Raja Firaun mengeraskan hati untuk membiarkan umat Israel keluar dari negeri itu (Keluaran 7: 14).

Jadi Allah sendiri memperingatkan dia untuk tidak sekali-kali menolak kehendak-Nya. Karena hati sekeras apapun bisa saja Dia diubahkan seketika (Yehezkiel 36: 26). Tetapi Allah menjadikan kisah Firaun sebagai peringatan bahwa hati yang memilih melawan Allah akan selalu mendatangkan malapetaka. Kebenaran ini berlaku baik bagi orang percaya maupun yang tidak percaya.

Sebagai ciptaan, kita tidak bisa mencuri apapun dari Tuhan. Karena di dalam, melalui dan oleh Dial ah segala sesuatu dijadikan (Roma 11: 36). Jika Anda mengakui hal itu saat ini, apakah Anda rela untuk memberikan sepenuhnya hati Anda kepada Tuhan? Apakah Anda justru masih mengeraskan hati Anda menolak kehendak Tuhan terjadi atas hidup Anda?

Tuhan mau supaya kita memberikan apa yang Dia minta untuk kita berikan. Ada sukacita ketika kita membiarkan Tuhan berkerja atas hidup kita. Sama seperti Dia juga rela memberikan putra-Nya supaya kita beroleh kehidupan yang kekal.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3: 16)

 

 

Hak cipta NIV Stewardship Study Bible, disadur dari Crosswalk.com

 


 

Anda diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR

Ikuti Kami