Negara Muslim Ini Dirikan Katedral Bunda Maria Orang Arab, Diresmikan 10 Desember Lho!

News / 5 December 2021

Negara Muslim Ini Dirikan Katedral Bunda Maria Orang Arab, Diresmikan 10 Desember Lho!

Lori Official Writer
1074

Untuk pertama kalinya, negara Arab Bahrain yang terletak di Teluk Persia ini akan meresmikan berdirinya gereja Katolik yang diberi nama Katedral Maria Ratu Arab pada 10 Desember 2021 mendatang.

Gereja ini telah selesai dibangun setelah 9 tahun pembangunan (tepatnya sejak 11 Februari 2013 silam). Lantaran masih di tengah pandemi, peresmian ini hanya akan dihadiri oleh sejumlah kecil orang. 

Katedral Bunda Maria Orang Arab ini sendiri berlokasi di sebuah kompleks seluas 95000 kaki persegi di Awali, sebuah kota madya kecil di pusat Bahrain berpenduduk 1.7 juta orang.

 

Baca Juga: Duh Baiknya! Raja Muslim Ini Sumbang Lahan Untuk Bangun Gereja

 

Kisah di Balik Berdirinya Katedral Maria Ratu Arab

Seperti dikutip dari Catholicnewsagency, tanah berdirinya katedral ini merupakan pemberian dari Raja Bahrain Isa Al Khalifa kepada Keuskupan Katolik di Bahrain pada tahun 2002.

Uskup Camillo Ballin pun berterima kasih atas hibahan raja tersebut. 

Sementara pemberian nama kepada katedral ini terinspirasi dari sebuah kapel kecil di Ahmadi, Kuwait, yang didedikasikan untuk menghormati Bunda Maria.

Secara pribadi, Raja Khalifa mempersembahkan katedral kepada Paus Fransiskus pada tahun 2014 silam.

Gereja ini merupakan katedral kedua, setelah kapel Ahmadi di Kuwait. Di bangun dengan bentuk bahtera berkapasitas 2300 orang, Katedral Bunda Maria Arab ini akan menjadi pusat dari persekutuan dari orang-orang Kristen lokal. Salah satu fitur utamanya adalah patung polikrom Bunda Maria Orang Arab yang ditempatkan di dalamnya.

 

Bahrain Miliki Puluhan Ribu Katolik

Kerajaan Bahrain adalah salah satu dari negara Muslim di Semenanjung Arab yang memiliki sebanyak 80.000 umat Katolik yang terdiri dari para pekerja migran dari Asia, India dan Filipina. 

 

Baca Juga: Demi Tumbuhkan Toleransi, Nama Masjid Uni Emirat Arab Ini Diganti Jadi ‘Masjid Maria Bunda Yesus’

 

Meskipun Islam adalah agama mayoritas di negara ini, namun agama minoritas lain diberikan kebebasan untuk menjalankan keyakinannya masing-masing. Bahrain sama sekali tidak mempersoalkan perbedaan keyakinan seperti yang terjadi di Arab Saudi. Malahan, kerajaan Bahrain menjalin hubungan diplomatik yang baik dengan Takhta Suci yang kerap melakukan dialog antaragama yang baik.

Raja Al-Khalifah sendiri telah mengesahkan dokumen bersejarah tentang Persaudaraan Sesama untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama, yang ditandatangani di Abu Dhabi bersama dengan Paus Fransiskus dan Sheikh Ahmed el-Tayeb, Imam Besar Al-Azhar pada 4 Februari 2019.

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami