Seberapa Berani Anda Mengambil Risiko Dalam Menjalani Karir Anda?

Seberapa Berani Anda Mengambil Risiko Dalam Menjalani Karir Anda?

Lori Official Writer
325

Apakah Anda sudah berani mengambil risiko dalam karir Anda? Ini adalah pertanyaan penting yang perlu kita jawab saat menjalani kehidupan pekerjaan kita.

Beberapa orang mungkin berani mengambil risiko terkait perjalanan karir ketika mereka dipaksa untuk melakukannya. Saat di-PHK atau saat sedang dilema memilih antara karir atau keluarga dan kondisi-kondisi lain yang tak terduga.

Setiap situasi sulit yang kita hadapi pasti akan membuat kita merenung cukup lama sebelum sampai kepada keputusan penting yaitu tetap menaruh iman kepada Tuhan, memprioritaskan keluarga di atas karir atau memilih mengutamakan kesehatan dibandingkan pekerjaan. 

 

Baca Juga: 6 Cara Tuhan Memakai Hidup Anda Melalui Pekerjaan Saat Ini

 

Saat akan mengambil keputusan sulit soal karir, kepala kita kadang dipenuhi berbagai pertanyaan, seperti:

1. Apakah pekerjaan ini adalah panggilan dalam hidup saya?

2. Apakah saya sudah cukup memberikan seluruh yang saya bisa untuk perusahaan ini?

3. Apakah saya sudah bertumbuh selama menjalani pekerjaan ini?

4. Apa yang Tuhan mau saya lakukan saat ini dalam hidup saya? Apakah saya bersedia mengambil risiko untuk melakukan apa yang Dia mau?

Alkitab memberitahukan kita tentang prinsip-prinsip Alkitabiah tentang panggilan hidup dan risiko yang harus kita ambil untuk menjalani panggilan tersebut.

Dalam Matius 25, Yesus bercerita tentang Perumpamaan Soal Talenta dimana terdapat tiga hamba yang diberi masing-masing talenta. Yang seorang diberi lima talenta, seorang lagi dua talenta dan orang terakhir diberi satu talenta. 

Dua hamba pertama menjalankan tanggung jawab mereka dengan berani mengambil risiko lalu menggandakan talenta yang dipercayakan tuannya kepada mereka. Seperti yang diceritakan di dalam Alkitab, kedua hamba ini menyenangkan hati tuannya. 

“Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” – Matius 25: 20-23

Sayangnya, hamba ketiga yang diberi satu talenta tidak berani mengambil risiko untuk menggandakan talentanya. Hingga pada akhirnya tuannya marah dan mengambil kembali talenta yang sudah dipercayakan itu darinya.

 

Baca Juga: 5 Langkah yang Harus Dilakukan Untuk Temukan Panggilan Hidup yang Sejati

 

Bisa kita bayangkan bagaimana jika dua hamba yang lain tidak berhasil menggandakan talentanya. Tetapi dia akan tetap marah kepada hamba ketiga yang sengaja menyembunyikan dan mengubur talentanya karena takut tidak berhasil. Tetapi dari kisah ketiganya kita bisa memetik pelajaran bahwa sang tuan sedang mengajar dan mendorong para hambanya untuk berani mencoba dan mengambil risiko.

Karena Tuhan adalah tuan kita dan kita adalah hamba-Nya, Dia juga mengajarkan kita tentang beberapa prinsip tentang berani mengambil risiko diantaranya:

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami