Daripada ‘Self Healing’ Pakai Hancurin Barang Mending Lakukan 3 Cara Ini Deh!

Daripada ‘Self Healing’ Pakai Hancurin Barang Mending Lakukan 3 Cara Ini Deh!

Lori Official Writer
357

Media sosial dihebohkan dengan video seseorang menghancur-hancurkan barang dengan palu. Tujuannya pun terbilang unik yaitu diklaim jadi cara untuk ‘self healing’. 

Usut punya usut, tempat di video ini rupanya berlokasi di Jakarta Utara. Ceritanya, ada orang yang menawarkan sebuah ruangan untuk ‘self healing’ yang dibanderol seharga Rp 100 ribu per orang. 

Tempat itupun diberi nama Breakroom, dimana para penyewa akan masuk ke dalam sebuah ruangan berisi barang-barang berat dan palu yang disediakan untuk dihancurkan penyewa. 

Pemilik tempat tersebut mengaku terinspirasi menyediakan layanan tersebut karena banyaknya orang di ibu kota yang berhadapan dengan beban mental, baik karena pekerjaan, lalu lintas maupun keluarga.

Tapi benar gak sih menghancurkan barang bisa jadi cara ‘self healing’ yang efektif? 

Menurut psikolog klinis dan Co-Founder Ohana Space Veronica Adesla, menghancurkan barang hanyalah bentuk dari melepaskan emosi negatif saja. Seseorang yang sedang menjalani proses ‘self healing’ jauh lebih membutuhkan ketenangan supaya bisa terkoneksi kembali dengan diri sendiri.

 

Baca Juga: 10 Mazmur Doa Atas Kesembuhan

 

Namun akan jauh lebih baik lagi jika ‘self healing’ bisa dilakukan dengan 3 cara ini:

1. Healing secara rohani

Healing secara rohani atau penyembuhan rohani ini merupakan bentuk pembaharuan dan pemulihan jiwa. Hal ini penting karena manusia yang terdiri dari roh sebenarnya sedang rusak ketika beban mental menekan. 

Cara untuk menjalani penyembuhan ini sendiri bisa dilakukan dengan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Mengambil waktu sendiri entah dengan merenung, mendengar lagu rohani atau menikmati alam. 

Orang Kristen percaya bahwa kesembuhan itu datangnya dari Tuhan. Karena itulah penting sekali untuk lebih dulu mencari kesembuhan itu sendiri dari sumbernya.

2. Healing secara emosional

Penyembuhan emosional atau jiwa adalah proses dimana seseorang mulai melepaskan semua hal-hal yang menekan di dalam jiwanya, entah itu emosi, kemarahan, rasa malu, kepahitan, iri hati, kebencian dan sebagainya dan berdamai dengan diri sendiri.

Raja Daud setelah diperhadapkan dengan dosa perzinahan dan mulai merencanakan pembunuhan Uria, dia dengan jujur datang kepada Tuhan. Saat itulah dia bukan hanya disembuhkan secara rohani tetapi juga secara emosional.

“Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.” (Mazmur 32: 5)

Daud tidak hanya diampuni tetapi Dia juga diampuni oleh Tuhan. Dia akhirnya sembuh secara emosional.

 

Baca Juga: Kesembuhan Ada di Tangan Tuhan, Lakukan Ini Untuk Mengalaminya...

 

3. Healing secara fisik

Alkitab berkata bahwa Tuhan sendiri adalah Tuhan penyembuh (Keluaran 15: 26). Dan Yesuslah yang menggenapi nubuatan yang dibuat tentang Mesias yang akan datang dan mengatakan bahwa Dia lah yang menanggung segala penyakit kita dan menanggung segala kesusahan kita.

Yesus juga yang berkata bahwa salah satu tanda yang akan mengikuti orang percaya adalah bahwa mereka akan menumpangkan tangan atas orang-orang sakit sehingga mereka memperoleh kesembuhan.

“Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.” (Yakobus 5: 14-15)

Jadi tak perlu membayar mahal untuk sebuah layanan ‘self healing’, karena sebenarnya kita bisa sembuh jika kita mau mengandalkan iman kita dan juga mencari dukungan secara rohani dari orang-orang percaya lainnya.

Seseorang yang sedang berhadapan dengan persoalan atau beban memang akan sangat tersiksa. Namun, dengan melakukan ketiga pemulihan di atas, percayalah satu per satu beban tersebut akan terangkat. Tuhan sendiri menawarkan firman-Nya sebagai penghibur dan sumber kekuatan bagi kita untuk menghadapi setiap persoalan di tengah kehidupan ini. Jadi, jangan mencari jalan keluar lain jika Dia sudah menyediakannya dengan gratis.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami