Ditinggal Mama Papa Memaksaku Jadi Tulang Punggung Keluarga– Esra Manurung

Ditinggal Mama Papa Memaksaku Jadi Tulang Punggung Keluarga– Esra Manurung

Lori Official Writer
1132

Ibu saya selalu bilang Tuhan itu baik. Ibu saya selalu bilang Tuhan itu kaya. Kita disuruh setiap hari berdoa tapi kenyataannya yang didoakan itu gak ada buktinya. 

Bahkan telur sebiji saja harus dibagi. Apalagi untuk beli buku sama sekali gak ada uang. Mau beli mainan, mau jajan gak ada uang.

Walaupun saya lahir di keluarga miskin dan susah, saya punya mimpi. Mimpi saya pertama adalah keliling dunia. Setiap hari, saya mampir ke rumah guru saya baca buku di sana. Saya juga mau jadi orang sukses kayak orang-orang yang saya lihat di buku itu. Cuman saya gak tahu gimana cara mencapai mimpi itu.

 

Mama Meninggal dan Papa Pergi

Sejak mama meninggal (karena pendarahan sebelum melahirkan), saya jadi tulang punggung keluarga. Saya ambil tanggung jawab itu untuk menjadi anak paling besar sekaligus ayah sekaligus ibu karena bapak pergi.

Gak ada lagi mimpi-mimpi itu. Sekarang gimana caranya makan.

Selama dua tahun, saya berhadapan dengan rasa frustrasi dan bahkan mulai terbiasa menjalaninya. Tetapi ketika saya sudah mulai terbiasa dengan kesulitan itu, saya dengar kabar kalau papa mau pulang dengan catatan membawa keluarganya yang baru.

Di situ saya merasa seluruh dunia runtuh seketika. Saya merasa hidup saya sudah hancur dan tak lagi layak untuk dijalani.

 

 

Baca Juga: Esra Manurung, Udah Kerja Keras Tapi Gak Kaya-kaya Juga

 

Lewat Alkitab Tuhan Menolongku

Saudara bilang kalau papa beneran bakal balik ke rumah. Di situ saya langsung masuk ke kamar. Saya duduk di situ, terus menangis sejadi-jadinya. Saya sudah gak sanggup melihat papa pulang setelah semua hal sulit yang sudah saya lalui.

Di situlah saya benar-benar terpuruk lebih dari sebelumnya. Karena sudah tak sanggup, saya meminta Tuhan untuk berbicara dan saya menantang Dia.

Lalu ada suara di dalam hati saya yang berkata: “Kenapa gak ambil Alkitab. Kalau dengar suara Tuhan buka aja Alkitab, kan kata mama itu suara Tuhan.”

Lalu saya ambil Alkitab. Pas saya baca: Sekalipun ayahmu dan ibumu meninggalkanmu, Aku yang menyambut kamu.

Saat membaca itu, saya seperti mendengar Tuhan bicara secara langsung kepada saya. “Mama kamu ninggalin kamu kan. Papa kamu ninggalin kamu kan? Aku tidak!”

Tiba-tiba Tuhan seperti membaca isi hati saya. Saya hanya mau cari orang yang mau nafkahin saya, yang mau memelihara saya, yang mau jadi penolong saya, yang mau jadi hero buat saya, yang menjadi jawaban buat saya.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami