Sambil Menunggu Vaksin Dosis Ketiga, Apa yang Harus Kita Lakukan Ya?

Sambil Menunggu Vaksin Dosis Ketiga, Apa yang Harus Kita Lakukan Ya?

Claudia Jessica Official Writer
205

Siapa yang memenuhi syarat untuk dosis ketiga?

Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyetujui pemberian vaksin covid-19 dosis ketiga untuk pasien-pasien kelainan imun tertentu. Pasien-pasien itu termasuk:

- Pasien yang menerima perawatan kanker aktif.

- Pasien transplantasi organ.

- Pasien transplantasi sel induk baru-baru ini.

- Pasien dengan infeksi HIV lanjut atau tidak diobati.

- Pasien dengan defisiensi imun sedang atau berat.

- Pasien yang dirawat dengan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh

Pada 20 Oktober 2021, FDA telah menghapus suntikan booster ketiga vaksin COVID-19 untuk penerima tertentu di Amerika Serikat. Bagi mereka yang menerima vaksin Pfizer dan Moderna untuk dosis awal mereka, dosis tambahan direkomendasikan untuk:

            - Pasien berusia 65 tahun ke atas.

- Pasien berusia 18 tahun ke atas yang dianggap berisiko tinggi untuk kasus COVID-19 yang parah.

- Pasien berusia 18 hingga 64 tahun yang mungkin sering terpapar COVID-19 karena pekerjaannya

Kapan saya bisa mendapatkan dosis ketiga saya?

Saat ini vaksin booster telah diberikan kepada tenaga kesehatan yang menjadi orang terdepan dalam menangani pasien covid-19 dan memiliki risiko tertular yang tinggi. Vaksin booster akan diberikan kepada masyarakat mulai tahun 2022 mendatang. Orang lanjut usia akan menjadi prioritas pemerintah lantaran risikonya terjangkit virus corona lebih tinggi.

Apa yang harus saya lakukan sambil menunggu dosis ketiga saya?

Ketua Lembaga Penelitian Lerner, Thaddeus Stappenbeck, MD, PhD mengatakan hal terbaik yang harus dilakukan sambil menunggu dosis ketiga yaitu menjauji kerumunan, memakai masker, menjaga jarak, serta menjaga kebersihan dengan mencuci tangan. Terutama jika sudah menerima vaksin lebih dari enam bulan.

“Saya mengingatkan, ini bukan berarti perlindungan Anda melemah, karena setiap orang itu berbeda,” katanya. “Perlindungan (vaksin) memang berlangsung setidaknya selama enam bulan, mungkin bisa juga lebih lama. Ini adalah keadaan yang sangat unik dan kami masih mempelajari semua yang kami bisa.”

Sementara itu, kita tetap berhikmat dengan menjaga kesehatan kita. Tetap patuhi protokol kesehatan dimanapun Anda berada.

Sumber : health.clevelandclinic.com
Halaman :
1

Ikuti Kami