Sintang Banjir Parah, Uskup Ajak Umat Katolik Doa Bersama

Sintang Banjir Parah, Uskup Ajak Umat Katolik Doa Bersama

Lori Official Writer
482

Sejumlah wilayah Kalimantan Barat terendam oleh banjir akibat curah hujan yang intens sepanjang sepekan belakangan. Kota Ketapang, Sintang dan Kapuas Hulu, Melawi, Sanggau, Sekadau dan beberapa wilayah lainnya menjadi pusat banjir yang cukup memprihatinkan.

Akibatnya warga di kota-kota ini terpaksa mengungsi lantaran rumah mereka terendam banjir. 

Di Sintang, kondisi banjir terbilang parah. Setidaknya 12 dari 14 kecamatan terendam banjir dan 3 diantara yang terparah yaitu Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, serta Sintang.

Keuskupan Sintang Mgr Samuel Oton Sidin pun menggerakkan umat Katolik di kota tersebut berdoa bersama atas kondisi bencana banjir yang saat ini masih terjadi. Dia meminta supaya semua umat berdoa dengan sikap hati untuk berserah penuh kepada Tuhan.

“Umat Katolik di Keuskupan Sintang, mari kita saling mendukung dalam kesulitan yang sedang kita hadapi saat ini. Kita saling menguatkan, saling mendoakan, dan harapan kita sungguh agar bencana ala mini segera berlalu,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Penyakit Mengintai Pasca Banjir! Cegah Dengan 5 Langkah Ini

 

Dia mengaku sedih dengan penderitaan yang dihadapi oleh masyarakat karena kerugian yang mereka alami tentunya sangat besar.

“Kita prihatin, saya merasa sedih dengan keadaan yang tidak menguntungkan ini. Tentu kita tidak hanya berdoa, memang doa sangat penting sekali. Tetapi saya dan kita semua harus berusaha mengatasinya dengan cara kita masing-masing,” terangnya.

Sejak bencana ini terjadi, pemerintah telah mengerahkan berbagai bala bantuan. Bukan hanya itu, lembaga-lembaga sosial kemanusiaan pun turut mengulurkan tangan. Dengan bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan penderitaan masyarakat yang terdampak.

“Mudah-mudahan bantuan yang mengalir kepada masyarakat Sintang terkhusus bagi umat Katolik, dapat meringankan penderitaan di tengah banjir besar yang melanda,” ungkapnya.

 

Presiden Joko Widodo Janjikan Solusi

Presiden Joko Widodo turut prihatin dengan banjir yang terjadi selama empat pekan di Kalimantan Barat tersebut.

Dia menyampaikan bahwa banjir di Sintang sendiri disebabkan oleh rusaknya daerah tangkapan hujan (catchment area). 

“Iya itu kan memang karena kerusakan daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun dan itu harus kita hentikan katena memang masalah utamanya ada di situ. Sehingga Kapuas, itu meluber karena daerah tangkapan hujannya rusak, itu yang lagi ingin kita perbaiki,” ungkapnya.

 

Baca Juga: 3 Kisah Haru di Kala Banjir, Dari Melahirkan Hingga Menikah di Tengah Genangan Air

 

Untuk itu, Presiden Jokowi berencana akan membangun persemaian atau nursery yang diiringi dengan penghijauan, baik di hulu maupun di daerah-daerah tangakapn hujan itu sendiri. 

Sementara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar merencanakan pembangunan permukiman yang lebih ramah lingkungan dengan sentuhan kearifan lokal yang lebih aman dari banjir seperti rumah panggung.

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami