Jangan Lelah Menjadi Baik! Tuhan Mau Kita Tetap Rendah Hati

Jangan Lelah Menjadi Baik! Tuhan Mau Kita Tetap Rendah Hati

Claudia Jessica Official Writer
214

kita tidak akan lagi bergantung pada Roh Kudus atau membayar harga untuk mengenal Yesus lebih baik daripada yang sudah kita lakukan.

Namun, Anda dan saya telah dirancang dengan membutuhkan keintiman dengan Pencipta kita. Kita membutuhkan kuasa Tuhan untuk merangkul dan membela kebenaran Tuhan.

Bagaimana kita merubah kesombongan menjadi kerendahan hati dan diri menjadi Roh? Raja Salomo yang bijaksana berkata, “Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati” (Amsal 11:2). Dia menawarkan kebijaksanaan yang mengarah kepada kerendahan hati. Mari kita ambil tiga langkah bersamanya hari ini.

1. Belajar dari masa lalu

Salomo mencatat: “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan” (Amsal 18: 12). Maukah Anda membiarkan kenangan menyakitkan ini dan merendahkan diri di hadapan Tuhan yang sanggup mengampuni dan menyembuhkan Anda?

2. Carilah Tuhan di Masa Sekarang

Mungkin kata-kata Salomo yang paling terkenal adalah ini, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:5).

Masalah di masa sekarang, tampaknya terlalu besar untuk ditangani sendiri? Pada dasarnya, kekuatan manusia tidaklah cukup untuk menangani masalah. Namun kita memiliki Tuhan yang Maha Kuasa. Dia sanggup melakukan segala perkara. Maukan Anda membiarkan tantangan ini merendahkan diri Anda di hadapan Tuhan yang sanggup membimbing dan memberdayakan?

3. Percaya Tuhan untuk Masa Depan

Salomo mengamati, “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya” (Amsal 16:9).

Apakah masa depan membuat Anda khawatir? Fakta bahwa Anda merasa terganggu dengan hari esok menunjukkan bahwa Anda tidak dapat menyelesaikan masalah hari ini. Tapi Tuhan sanggup! “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana” (Amsal 19:21).

Maukah Anda membiarkan ketakutan Anda terhadap masa depan dan merendahkan diri Anda di hadapan Tuhan keabadian?

Jika kita membiarkan rasa sakit masa lalu, masalah sekarang, da ketakutan terhadap masa depan akan merendahkan kita di hadapan Tuhan, bagaimana tanggapan-Nya?

Shelley Genovese Calhoun kehilangan suaminya, ayah dari anak-anaknya. Beberapa dekade berlalu setelah kejadian itu dan dia mendapati bahwa “Tidak ada yang dapat menandingi firman Tuhan, dan janji-janji-Nya. Hanya dia yang bisa membuat hal-hal menyakitkan menjadi berkat terindah di masa depan.”

Dia juga bersaksi telah melihat kemuliaan Tuhan di tengah rasa sakit yang ia hadapi. “Di hari-hari tergelap saya, saat saya mendekat kepada Kristus, Dia mendekat kepada saya. Saya tidak pernah merasakan kedekatan dengan Tuhan yang hidup seperti yang saya rasakan ketika rasa sakit saya begitu berat sehingga saya tidak tahan untuk menanggungnya sendiri.”

Shelley mengaku ada saat-saat dimana dia tidak memiliki kekuatan untuk berdoa ataupun mengucapkan kata-kata. “Namun kehadiran Tuhan bertemu dengan saya tepat di tempat saya berada, menghibur saya dengan cara yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.”

Dia juga belajar melalui kesedihannya, “tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Tuhan.” Shelley mendapati bahwa dia dapat menghibur orang lain dengan kenyamanan yang ia terima, itulah sebabnya dia menulis bukunya, Twice Blessed: A Journey of Hope Through 9/11.

Tuhan mencintaimu sama seperti dia mencintai Shelley. Keintiman dengan Yesus yang dia alami tersedia untuk Anda hari ini.

Maukah Anda mengakui bahwa Anda membutuhkan apa yang hanya dapat disediakan oleh Bapa Anda?

Jika ya, langkah apa yang akan Anda ambil untuk menjalin keintiman dengannya hari ini?

Sumber : christianheadlines.com
Halaman :
1

Ikuti Kami