3 Dekade Lebih Memuja Satan, Pria Ini Temukan Yesus, Diselamatkan, dan Jadi Pendeta

3 Dekade Lebih Memuja Satan, Pria Ini Temukan Yesus, Diselamatkan, dan Jadi Pendeta

Claudia Jessica Official Writer
706

Seorang mantan pemuja setan baru-baru ini berbagi bagaimana dia menemukan Kristus setelah terlibat dalam Satanisme selama lebih dari tiga dekade.

Menurut The Christian Post, Brian Cole membagikan kesaksiannya di episode terakhir The Playing With Fire Podcast dengan Billy Hallowell.

Cole memberi tahu Hallowell, “Saya berusia 10 tahun, dan saya memiliki ayah yang kejam. Saya diintimidasi di sekolah, dan ibu saya memaksa kami pergi ke gereja.”

Cole juga mengalami pelecehan emosional di gerejanya. Akhirnya, dia berteman dengan sekelompok anak yang lebih tua yang memperlakukannya dengan hormat meskipun tidak menyadari bahwa mereka adalah pemuja setan pada saat itu.

“Mereka berbicara kepada saya, mereka memperhatikan saya,” katanya. “Mereka tidak menyebut nama saya dan memukuli saya.”

Cole kemudian menyadari bahwa teman-teman barunya adalah pemuja setan, dan mereka ingin dia terlibat dalam beberapa praktik mereka.

“Salah satu ritual pertama yang saya ikuti, mereka akan mengorbankan seekor tupai. Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak akan melakukan itu,” katanya, mengutip kecintaannya pada hewan. “Mereka berkata, ‘Yah [Setan] menuntut darah, jadi kamu harus memotong dirimu sendiri,’ Jadi saya melakukannya. Dan akhirnya, hal itu menjadi candu selama 33 tahun.”

Seiring berjalannya waktu, Cole mulai menghancurkan simbol-simbol Kristen di kuburan, dan menghancurkan beberapa tempAt suci meskipun secara teologis dia tidak terlibat dengan satanisme.

“Awalnya saya hanya mencoba-coba (menjadi pengikut satan) sejak usia 10 sampai 18 tahun,” tutur Cole. “Ketika saya berusia 18 tahun, saya ditangkap dan mendapatkan hukuman 10 tahun. Ketika saya masuk penjara, saat itulah saya berubah dari hanya mencoba jadi sungguh-sungguh.”

 

 

BACA JUGA: Membunuh Banyak Orang, Gangster Ini Pimpin 200 Orang kepada Kristus

 

Selama waktu itu, Cole mulai mempelajari buku-buku tentang ilmu gaib dan sihir seremonial. Selain itu, dia berbagi bahwa dia memiliki tato salib “di bagian bawah kaki kiri saya sehingga saya bisa menginjak Tuhan setiap kali saya berjalan.”

Lama kelamaan, Cole menjadi tidak nyaman dengan satanisme dan kejahatan di baliknya, jadi dia beralih ke bentuk lain dari okultisme pada tahun 1987 dan terkadang mengunjungi praktik satanisme sebelumnya.

“Dalam ilmu gaib, saya hanya duduk dan membiarkan diri saya dirasuki dan mulai menulis sesuatu,” katanya, menambahkan bahwa dia juga pernah membuat jurnal mimpi.

Sepanjang perjalanannya, Cole berbagi bahwa dia “tidak percaya Yesus” dan Alkitab adalah buku mitologi lain.

“Salah satu agama terbesar yang saya benci adalah orang Kristen,” katanya.

Pada 2009, Cole ditangkap lagi. Namun kali ini dia menyadari sesuatu yang perlu diubah dalam hidupnya.

“Saya mencoba bunuh diri. Saya tidak ingin hidup lagi,” katanya.

Selama di penjara, Cole mulai membaca Alkitab sebagai cara untuk lepas dari narkoba. Meski awalnya dia mencemooh ketika membaca Kitab Suci, perspektifnya tentang Firman segera berubah setelah buku The Case for Christ karya Lee Strobel meluncur di lantai sel penjaranya.

“Ketika saya selesai membaca buku itu, saya tidak bisa lagi menyangkal fakta bahwa Yesus ada di bumi ini,” katanya. “Saya telah mencari kebenaran sepanjang hidup saya.”

Dia menambahkan bahwa kebenaran adalah kunci hidupnya berbalik menjadi lebih baik karena sekarang dia adalah seorang pendeta.

“Ini telah membebaskan saya dalam banyak hal sehingga saya bahkan tidak bisa menjelaskannya,” kata Cole.

Cole sekarang adalah pendeta dari The Oaks Community Church di Drummond, Wisconsin.

Sumber : christianheadlines
Halaman :
1

Ikuti Kami