Fakta Alkitab: Iman 3 Pemuda Ibrani Menyelamatkan Raja Babel dari Berhala & Mengakui Tuhan

Fakta Alkitab / 29 October 2021

Fakta Alkitab: Iman 3 Pemuda Ibrani Menyelamatkan Raja Babel dari Berhala & Mengakui Tuhan

Claudia Jessica Official Writer
943

Pilihan Sulit: Hidup atau Mati

Ketika hari dimana semua orang harus menyembah patung berhala tiba, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego didapati tidak mengindahkan perintah raja. Mereka pun terancam dihukum mati (Dan. 3:6).

Karena hal tersebut raja kemudian memanggil Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dan menyuruh ulang ketiganya untuk menyembah berhala. Mereka pun dihadapi pada pilihan sulit: mematuhi perintah raja dengan menyembah berhala yang dapat menjamin kehidupan dan kedudukan mereka, atau tetap tunduk kepada Allah Israel yang memelihara bangsanya.

Ketiganya berkata bahwa mereka hanya akan menyembah Allah dan percaya bahwa hanya Allah yang dapat melindungi mereka. Bahkan seandainya Allah tidak menyelamatkan mereka, maka mereka akan tetap percaya kepada Allah Israel (Dan. 3:15-18). Raja pun makin geram dan memerintahkan mereka dilemparkan ke dalam tungku perapian yang menyala-nyala.

Namun, apa yang terjadi sangatlah mengherankan raja dan para penasihatnya. Bukannya hangus terbakar, para pemuda itu justru berjalan-jalan dengan bebas di dalam dapur perapian, dan bukan hanya mereka bertiga tetapi ada seseorang bersama mereka yang “rupanya” seperti anak dewa. (Daniel 3:25)

Dengan segera, raja memanggil Sadrakh, Mesakh, dan Abednego untuk keluar dari perapian yang menyala-nyala. Dan tampaklah bahwa mereka tidak terbakar sedikit pun. Karena hal tersebut, Daniel 3:28 mencatat bahwa raja Nebukadnezar menaikan pujiannya kepada Allah.

Iman dan kepercayaan ketiga pemuda tersebut membuat Allah menyelamatkan mereka. Bahkan raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel (Dan. 3:30).

 

Itulah semangat beberapa pemuda Yehuda dalam masa pembuangannya. Meskipun nama mereka telah diubah, tetapi ketiga pemuda Ibrani ini tetap memelihara komitmen dan iman mereka kepada Allah bangsanya, Israel.

Apapun tantangan dan kondisinya, semangat mendekatkan diri kepada Tuhan selalu dipegang oleh pemuda-pemuda ini. Mereka tetap beriman tanpa kompromi.

Hal ini mengingatkan kita bahwa “lingkungan dan keadaan” tidak dapat mengusik komitmen rohani kita kepada Allah.

 

Sumber : jawaban channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami