Keluarga 17 Misionaris yang Diculik: “Kami Memberikan Pengampunan”

Keluarga 17 Misionaris yang Diculik: “Kami Memberikan Pengampunan”

Claudia Jessica Official Writer
645

Anggota keluarga dari 17 misionaris yang diculik di Haiti pada awal bulan ini terus memberikan harapan dan memberikan rahmat kepada pada penculiknya ketika situasi yang dihadapi saat ini sudah berlangsung selama sepuluh hari.

Christian Aid Ministries, organisasi nirlaba yang berafiliasi dengan para misionaris, mengatakan hari-hari sejak penculikan yang terjadi pada 16 Oktober dipenuhi dengan banyak air mata dan doa.

 

BACA JUGA: Darurat! 17 Misionaris dan Anak-anak Haiti Diculik Butuh Dukungan Doa!

 

Di tengah doa dan emosi itu, keluarga para misionaris melimpahkan rahmat dan memberikan pengampunan kepada para penculik.

“Kepentingan kami ada pada keselamatan orang-orang ini dan kami mencintai mereka,” kata seorang ayah dari salah satu sandera yang mengacu pada para penculik yang menculik anaknya.

Orang tua lain menambahkan “Sebagai sebuah keluarga, kami memberikan pengampunan kepada orang-orang ini. Kami tidak menahan apapun terhadap mereka.”

Di tengah pernyataan yang penuh belas kasih itu terdapat harapan mengenai keselamatan dan kelangsungan hidup para misionaris. Karena harapan untuk kembali dengan selamat begitu tinggi, muncul kekhawatiran atas permintaan para penculik untuk tebusan $ 1 juta per misionaris.

Polisi yakin 400 geng Mawozo berada di balik penculikan tersebut. Kelompok yang dimulai sebagai kelompok pencuri kecil itu berkembang menjadi salah satu geng yang paling kejam dan ditakuti di Haiti.

Penculikan bukanlah hal yang baru bagi para militan ini. Mereka diduga pernah menangkap biarawati dan pendeta pada bulan April kemudian menerima uang tebusan sebelum para pemimpin agama itu dibebaskan. Sekarang, anggota geng kerap menaikkan taruhan atas tindak kejahatan mereka.

Seorang pria yang diidentifikasi sebagai Wilson Joseph diyakini sebagai pemimpin 400 Mawozo terlihat dalam sebuah yang beredar di sosial media minggu lalu. Pria itu mengatakan geng akan membunuh para misionaris apabila pembayaran tidak dilakukan.

“Aku bersumpah demi petir bahwa jika saya tidak mendapatkan apa yang saya minta, saya akan menempatkan peluru di kepala orang Amerika ini,” ucapnya.

Ancaman mematikan ini menambah kekhawatiran yang mendalam seputar situasi yang sensitif ini.

Weston Showalter, juru bicara Christian Aid Ministries, berbicara kepada pers dan berbagi surat pada hari Kamis dari anggota keluarga misionaris.

Showalter mengatakan keluarga yang terlibat berasal dari Mennonite, Amish dan komunitas Anabaptis lainnya. Mereka saling mengandalkan saat mereka menavigasi skenario yang sangat emosional, Akron Beacon Journal melaporkan.

“Mereka terus bersatu dan saling mendukung dengan doa dan semangat selama masa sulit ini,” katanya. “Sungguh menakjubkan bagaimana masa-masa sulit memiliki cara untuk menyatukan orang-orang.”

Hal ini juga mendorong masyarakat untuk berdoa bagi keluarga-keluarga ini.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, kelompok misionari yang terdiri dari lima anak, tujuh wanita, dan lima pria dibawa dari sebuah kendaraan pada 16 Oktober ketika mengunjungi panti asuhan.

UNICEF melaporkan penculikan di Haiti meningkat tahun ini. Sejauh ini sebanyak 71 wanita dan 30 anak telah ditahan.

Mari kita terus berdoa untuk para misionaris dan keluarga mereka.

 

BACA JUGA: 2 Kejadian Menggemparkan Dunia Selama Akhir Pekan, Doakan Yuk!

Sumber : CBN News
Halaman :
1

Ikuti Kami