Bersiap Hadapi Gelombang Ke-3, Menkes Siapkan Obat Covid-19 di RI Akhir Tahun

Bersiap Hadapi Gelombang Ke-3, Menkes Siapkan Obat Covid-19 di RI Akhir Tahun

Claudia Jessica Official Writer
434

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah bekerjasama dengan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat yaitu Merck untuk mendatangkan obat covid-19, Molnupiravir. Saat ini kesepakatan telah mencapai tahap final.

Kesepakatan ini didapat setelah Budi dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan kerja di AS baru-baru ini. Budi mengatakan obat Molnupiravir diupayakan agar tiba di Indonesia pada akhir tahun ini.

“Kami sudah sampai ke tahap finalisasi dari agreement (kesepakatan) agar Indonesia bisa mengadakan tablet Molnupiravir. Diusahakan di akhir tahun ini,” kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021).

Budi mengatakan kedatangan Molnupiravir pada akhir tahun ini dilakukan untuk mencukupi cadangan obat-obatan dalam negeri dalam menghadapi potensi gelombang ketiga covid-19 di Indonesia.

Tidak hanya membeli obat Molnupiravir, Kemenkes berusaha agar dapat mendirikan pabrik obat Molunipiravir beserta bahan baku obatnya.

“Kami juga sudah menjajaki dengan mereka untuk bisa membangun pabriknya juga di Indonesia, dan termasuk bahan baku obatnya,” ujarnya.

Molnupiravir diklaim perusahaan farmasi Merck mampu mengurangi resiko kematian dan rawat inap warga yang terinfeksi virus corona hingga 50 persen.

Selain Molnupiravir, Luhut menjelaskan bahwa saat ini terdapat obat Proxalutamide yang telah mencapai tahap uji klinis ketiga dan berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain kedua obat tersebut, ada juga alternatif lain yang tengah dipelajari, yaitu obat antivirus AT-527 yang dikembangkan oleh Roche dan Atea Pharmaceuticals, diproduksi oleh Kintor Pharmaceuticals dari China.

Menurutnya, ketiga obat tersebut menunjukan potensi sebagai obat covid-19. Dan dia berharap Indonesia tidak hanya menjadi pembeli, namun juga bisa memproduksinya.

Sumber : Kompas, CNN Indonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami