#FaktaAlkitab: Lewi, Suku Israel Yang Bunuh Saudara Sendiri Demi Kebenaran (3/12)

#FaktaAlkitab: Lewi, Suku Israel Yang Bunuh Saudara Sendiri Demi Kebenaran (3/12)

Claudia Jessica Official Writer
3454

Setelah Ruben dan Simeon, kini FaktaAlkitab akan membahas mengenai Lewi dalam #Seri12SukuIsrael.

Lewi dalam bahasa Ibrani disebut Levy (לוי), dan dalam bahasa Inggris disebut Levi, ia adalah putra ketiga Yakub setelah Ruben dan Simeon. 

 

Latar belakang

Nama Lewi diambil dari kata yillaweh, yang artinya ‘dia (laki-laki, merujuk kepada Yakub) akan lebih erat’ kepadaku. Pemberian nama Lewi merupakan pengharapan yang ada di pikiran Lea bahwa dengan kelahiran putra ketiganya, Yakub suaminya akan terus mendekat kepadanya.

Lewi lahir di Haran, Mesopotamia. Namanya pertama kali disebut dalam Kejadian 29:34. Sebagaimana yang dicatat dalam Kitab Kejadian, maka Lewi adalah leluhur dari suku Lewi.

Saudara-saudara yang sekandung dengan Lewi ialah Ruben, Simeon, Yehuda, Ishakar, Zebulon dan Dina.

 

Lewi dan Berkat Yakub

Dalam Kejadian 34, Lewi dan saudaranya, Simeon, memusnahkan kota Sikhem sebagai bentuk balas dendam atas pemerkosaan Dina, adik perempuan mereka. Mereka membunuh orang-orangnya dan merebut kekayaan kota itu. Sebelumnya mereka telah menyesatkan penduduk dengan terkesan menyetujui pemerkosa Dina, dan menikahinya dengan imbalan orang-orang di kota itu untuk disunat. Dan ketika Yakub mendengar tentang kehancuran Sikhem, ia menghukum mereka karenanya.

Berkat Yakub untuk Lewi yang dicatat dalam Kejadian 49 mendeskripsikan bahwa Yakub terkesan memaksakan kutukan pada orang Lewi, dimana mereka akan tersebar sebagai hukuman atas tindakan Lewi di Sikhem.

 

Baca juga: #FaktaAlkitab -Teknik Perang Terlicik Dalam Sejarah Alkitab, Simeon Anak Yakub

 

Kejadian 49:7b, "Aku akan membagikan mereka di antara anak-anak Yakub, dan menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel."

Lewi dan Simeon tidak akan memiliki wilayah yang menjadi milik mereka sendiri, tetapi akan tersebar di antara suku lainnya. Di Kanaan kutukan ini terwujud, dimana suku bangsa Lewi tidak mendapatkan pembagian tanah di Kanaan, ketika keturunan Yakub itu kembali dari perbudakan di Mesir.

Hal ini disebabkan karena suku bangsa itu menempati posisi khusus dalam agama Israel kuno, yakni sebagai keluarga imam dan penjaga serta pemelihara Bait Suci di Yerusalem.

 

Suku Lewi dipilih Menjadi Imam

Penunjukkan dan pengangkatan imam di kalangan bangsa Israel bukanlah hal yang sepele. Tapi melalui ujian loyatitas dan moral. Sebenarnya tujuan Allah semula ialah untuk mengambil semua putra sulung dari setiap suku serta menjadikan mereka imam bagiNya dan bagi bangsa itu.

Tetapi ketika Musa naik ke Gunung Sinai selama 40 hari, maka terjadi penyimpangan iman di bangsa itu. Mereka membangun patung lembu emas untuk dijadikan allah mereka yang baru.

Ketika Musa kembali ke kaki bukit itu dan melihat kejahatan mereka, ia memberikan sebuah tantangan, "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" (Kel 32:26). Seluruh suku Lewi dengan cepat berpihak kepada Tuhan dan Musa. Melalui Musa, Tuhan kemudian memerintahkan orang-orang Lewi untuk mencabut pedang mereka dan menumpas dosa diantara mereka.

Allah memperhatikan reaksi suku Lewi dan melihat sikap hati suku Lewi yang mau melakukan hal yang benar. Suku Lewi bersedia menggunakan pedang dengan menghabisi saudara-saudara sendiri, demi kebenaran. Ini adalah kualitas yg dituntut di dalam diri seorang imam. Karena itu, Allah mencabut hak putra sulung dari setiap suku lain dan memilih Lewi untuk memegang jabatan keimamatan (Ul 33:8-11).

Kaum Lewilah yang menjadi imam bagi Allah dan bangsa Israel. "Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Musa : ambillah orang Lewi ganti semua anak sulung yg ada pada orang Israel..." (Bil 3: 41, 44-45; 8:14-18).

 

Tugas Suku Lewi

Keturunan Lewi membentuk suku Lewi yang dikuduskan oleh Tuhan untuk melakukan tugas suci khusus (Bil. 1:50; 3:6). Ketika bangsa Israel menerima hukum Musa di Sinai, Tuhan memberi perintah tentang keimaman resmi di Israel yang diemban oleh Suku Lewi. Imam haruslah seorang laki-laki dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu untuk melayani Tuhan di Kemah Suci. Imam berfungsi sebagai mediator antara bangsa Isreal dan Tuhan.

Hanya para imam sajalah yang boleh menggunakan Urim dan Tumim. Urim dan Tumim ditaruh pada tutup dada Imam Besar (Kel 28:30; Im 8:8), yaitu suatu kantong yg diikatkan pada baju efod, dan kadang-kadang baju efod dengan kantong ini, serentak disebut 'baju efod'. Melalui Urim dan Tumim imam dapat menerangkan kehendak Allah kepada pemimpin (Bil 27:21), maupun kepada umat (Ul 33:8, 10).

Alat bantu ini dipercaya sebagai salah satu dari perlengkapan pakaian para Imam yang melayani Tuhan, terutama bagi mereka yang melayani untuk Bait Suci ataupun Kemah-Kemah Suci. Urim dan Tumim ini dipercaya digunakan oleh para keturunan Harun, seorang yang dipercaya sebagai Imam.

Terkadang mereka bertindak sebagai pemusik (1 Taw. 15:16; Neh. 11:22), menyembelih kurban (2 Taw. 29:34; Ezr. 6:20); dan secara umum membantu di dalam bait suci (Neh. 11:16). Orang-orang Lewi didedikasikan untuk pelayanan bagi Tuhan dalam melaksanakan tata cara bagi anak-anak Israel dalam beribadah.

 

Baca juga: #FaktaAlkitab – Yakub, Bapak 12 Suku Israel Yang Menang Bergumul Melawan Allah

 

Orang-orang Lewi sendiri dipersembahkan atas nama anak-anak Israel (Bil. 8:11–22); mereka dengan demikian menjadi harta milik Allah yang khas, diberikan kepada-Nya sebagai pengganti anak sulung (Bil. 8:16).

Di antara imam-imam Lewi ada yang ditunjuk sebagai imam besar dan Harunlah yang mendapat hak istimewa menjadi imam besar Israel yang pertama. Harun, anak-anaknya dan keturunan-keturunan selanjutnya harus melayani dan berfungsi sebagai imam besar bangsa Israel (Kel. 29).

 

Warisan khusus bagi Suku Lewi

Orang Lewi mendapat tempat khusus di antara suku-suku Israel lainnya. Hal tersebut disebabkan karena:

  • Mereka tidak dimasukkan dalam status sensus suku-suku Israel (Bil. 1:47-49; Bil. 26:62)
  • Mereka tidak mendapat milik pusaka di tengah suku-suku Israel lainnya (Bil. 18:20)
  • Mereka tidak mendapatkan tanah kekuasaan di Kanaan (Yos. 13:14,33; 14:3-4) karena Tuhanlah milik pusaka mereka
  • Mereka berhak menerima persepuluhan dari suku-suku lainnya (Bil. 18:21-24)
  • Mereka berhak mendapatkan ‘kota-kota orang Lewi’ di tiap-tiap area yang ditentukan untuk suku-suku Isreal lainnya (Bil. 35:1-8; Yos. 21:1-42)

 

Tokoh-tokoh penting dalam Alkitab yang berasal dari Suku Lewi

Lewi mempunyai 3 anak laki-laki, yaitu Gerson, Kehat dan Merari (Kej. 46:11; 1 Taw. 23:6). Semuanya dilahirkan sebelum ia bersama Yakub pindah ke Mesir. Alkitab mencatat keturunan Lewi ini dengan rinci.

Dalam 1 Taw 23:12 dijelaskan bahwa anak Kehat ada 4 yaitu Amram, Yizhar, Hebron dan Uziel (bnd Kel 6:17). Dan Kel 6:19 mencatat bahwa Amram menikah dengan Yokhebed, melahirkan Harun dan Musa yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir.

Selain Musa, ada juga Ezra salah seorang pemimpin yang membawa balik bangsa Israel dari pembuangan ke Yerusalem. Ezra adalah imam dari garis keturunan Lewi (Neh. 12:1). Dalam Perjanjian Baru ada Zakaria dan Elizabeth, orang tua Yohanes Pembaptis, yang berasal dari suku Lewi (Luk. 1:5). Serta Barnabas dari Siprus yang merupakan jemaat mula-mula, sekaligus hamba Tuhan dan rekan pelayanan Paulus yang dikenal dermawan (Kis. 4:36-37).

Itulah fakta Alkitab tentang Simeon, satu dari dua belas suku Israel.

Apakah JCers merasa diberkati? Kalau JCers punya pertanyaan seputar Alkitab, tulis aja di kolom komentar ya!

Fakta Alkitab lainnya dan video inspiratif lainnya bisa kamu temukan langsung di YouTube Jawaban. KLIK DISINI.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami