Patah Kaki dan Harus Vakum Setahun Tapi Arlan Sitorus Berhasil Masuk Timnas, Kok Bisa?

Patah Kaki dan Harus Vakum Setahun Tapi Arlan Sitorus Berhasil Masuk Timnas, Kok Bisa?

Claudia Jessica Official Writer
1118

Cedera adalah salah satu mimpi buruk bagi para atlet, termasuk bagi Arlan Sitorus. Melalui basket, Arlan mampu menghasilkan uang untuk menghidupi dirinya hingga mendapatkan beasiswa.

Arlan mampu mencapai capaian luar biasa hingga bergabung dengan junior NBA all star pada saat dirinya duduk di kelas 3 SMP. Setelah bergabung dengan junior NBA, Arlan pergi ke China untuk melakukan pelatihan.

Setelah Arlan kembali dari pelatihan bersama junior NBA, dirinya terpilih untuk mewakili Jawa Barat dalam perlombaan Kejuaraan Nasional. Timnya pun menempati juara pertama dalam perlombaan tersebut.

Arlan merasa berada di puncak karirnya setelah memenangkan kejuaraan nasional. Sayangnya ketika latihan, Arlan mengalami kecelakan yang menyebabkan kakinya patah. Karena hal ini, Arlan harus vakum dari dunia basket selama 1 tahun.

Menurutnya, ini adalah salah satu cobaan terberat yang harus Arlan lalui. Arlan sangat terpukul hingga menangis setiap hari. Ketakutannya semakin kuat karena ia cemas apakah ada sekolah yang mau menerima dirinya.

“Itu kan transisi dari SMP mau ke SMA. Jadi saya kayak pas mau ke SMAnya itu takutnya ga ada sekolah yang mau (menerima). Soalnya kan posisinya lagi cedera, patah kayak gitu. Saya nanti dapet beasiswa dari basketnya gimana?” cerita Arlan kepada tim superyouth.

Dengan kemampuan basket yang dimilikinya, Arlan berahap bisa membantu meringankan beban ibunya yang single parent.

“Saya mikirnya, jangan sampe nyusahin mama lah. Kalau saya bisa ngasilin duit sendiri, berdiri sendiri, tanpa mama ngeluarin uang, itu lebih bagus,” katanya.

Awalnya tujuan Arlan untuk melanjutkan SMA adalah sekolah atlet yang ada di Jakarta. Namun Tuhan tidak berhenti bekerja dalam hidup Arlan. Ia melanjutkan sekolahnya di tempat lain dengan beasiswa.

Menurut Arlan, “Life must go on” sehingga Arlan melanjutkan pelatihannya. Meskipun pada saat kelas 2 SMA dirinya masih belum mendapat kepercayaan dari pelatihnya. Tidak putus asa, Arlan terus setia berlatih.


Baca juga: Orang Tua Perfeksionis Bikin Frederika Nicoline Takut Capai Prestasi


Pada saat kelas 3 SMA, Arlan mendapat kepercayaan dari pelatihnya sehingga ia mampu meraih piala sebagai MVP (Most Valuable Player) dalam kejuaran liga bola basket pelajar terbesar di Indonesia Honda Developmental Basketball League (DBL), region Jawa Barat meskipun sekolahnya tidak mendapatkan juara.

Karirnya mulai bangkit, Arlan kemudian mengikuti camp pelatihan DBL camp, DBL all star, bahkan ia juga pergi ke Amerika. Setelah itu, Arlan juga terpilih untuk menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia.

Arlan merasa bangga karena pencapaiannya hingga bergabung dengan Tim Nasional hingga memenangkan juara ke-2 di Asean School Games.

“Kita dapet juara 2 di Asean School Games. Itu kebanggaannya luar biasa.”

Tuhan telah menetapkan setiap kehidupan kita dengan bakat masing-masing.

“Kalau mengandalkan Tuhan, segala perkara pasti tetep lewat. Saya percaya itu, saya ga bisa hitung kebaikan Tuhan dalam hidup saya,” kata Arlan.

“Tuhan tuh mati di kayu salib. Sampe mikul-mikul salib. Tuhan aja rela mati buat saya. Masa saya main basket buat diri saya sendiri. Kita itu harus memaksimalkan potensi karena kita udah dikasih sama Tuhan. Jangan sampe kita sia-siaiin potensi yang kita punya. Tuhan pasti nanti kasih lebih buat kita. Makanya kita harus gunain potensi yang kita punya. Makanya saya juga main bukan untuk diri saya sendiri tapi untuk kebesaran nama Tuhan,” tutupnya.

Apakah JCers merasa termotivasi dengan cerita Arlan? Yuk jadi bagian dari kami untuk melayani generasi muda saat ini dan memberitakan Injil kepada mereka dengan bergabung bersama kami sebagi mitra CBN! Caranya, klik DI SINI!

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami