Jonathan Christie Genapi Gelar Juara Thomas Cup ke-14 Indonesia

Jonathan Christie Genapi Gelar Juara Thomas Cup ke-14 Indonesia

Lori Official Writer
497

Jonathan Christie (Jojo) menjadi penentu kemenangan Indonesia di turnamen beregu Thomas Cup 2020. 

Seperti diketahui, Jojo berhasil menaklukkan pemain China Li Shi Feng secara rubber dengan skor 21-14, 18-21 dan 21-14.

Jojo menyusul rekan-rekan setimnya yang sudah lebih dulu menang, diantaranya dari regu ganda putra oleh Fajar Alfian/Rain Ardianto dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting.

Indonesia akhirnya mendominasi kejuaraan Thomas Cup 2020. Sehingga kemenangan ini menjadi yang ke-14 kalinya setelah terakhir kali juara pada tahun 2002. 

 

Baca Juga: Jonathan Christie, Harapan Besar Bulutangkis Junior Indonesia

 

Turnamen Thomas Cup yang digelar di Ceres Arena, Aarhus, Denmark ini telah mencatat sejarah baru bagi bulutangkis Indonesia. Indonesia membuktikan bahwa tim bulutangkisnya menjadi yang paling sukses sepanjang sejarah ajang ini digelar menyusul China yang sudah meraih gelar juara sebanyak 10 kali.

Adapun 14 tahun emas yang pernah dilewati Indonesia di ajang ini diantaranya tahun 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002 dan 2021.

Meski tidak meraih gelar juara di beberapa tahun sebelumnya. Namun Indonesia tetap menyumbangkan medali sebagai juara runner up sebanyak 6 kali yaitu tahun 1967, 1982, 1986, 1992, 2010 dan 2016.

 

Rayakan Kemenangan Tanpa Bendera

Berbeda dengan turnamen olahraga sebelum-sebelumnya, perayaan kemenangan Indonesia di panggung Thomas Cup 2020 ini sama sekali tidak dibarengi dengan pengibaran bendera. Jonathan Christie dan tim pun mengganti bendera Indonesia dengan logo Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). 

Hal ini terjadi karena Indonesia kena sanksi dari Badan Antidoping Dunia (WADA) lantaran tidak memenuhi sampel uji doping 2020 dan 2021 karena terhambat pandemi. 

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyampaikan bahwa sanksi WADA ini akan segera diklarifikasi dan diselesaikan sesegera mungkin. 

“Benar bahwa kami mendapat surat dari WADA (pada bulan September) dan dianggap tidak patuh. Namun, sesuai apa yang sudah disampaikan WADA dalam suratnya, kami punya waktu untuk mengklarifikasi. Jadi tengga waktunya kira-kira 21 hari,” ungkap Menpora Zainudin.

Menpora menyampaikan bahwa penundaan pengiriman sampel doping tersebut dikarenakan tidak adanya event olahraga selama tahun 2020 hingga 2021. Sehingga pengambilan sampel untuk antidoping pun menjadi terhambat. 

Selain melarang pengibaran bendera, sanksi WADA juga menyebabkan Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah untuk Kejuaraan Dunia Junior, Asian Games, SEA Games, Kejuaraan Dunia Junior, Piala Thomas dan Uber serta Piala Sudirman.

 

Baca Juga: Isak Tangis Komentator di Detik Gresya-Apri Menang, ‘Bagi Tuhan Tak Ada yang Tak Mungkin'

 

Namun pemerintah menjamin akan mengurus segala permasalahan yang terjadi. Sehingga tidak menghalangi ruang gerak Indonesia melakukan berbagai kejuaraan atau turnamen olahraga.

Meski tanpa bendera, sukacita Indonesia meraih juara tentu saja tidak berkurang. Piala yang dipersembahkan oleh anak bangsa ini menjadi pengingat bahwa bulutangkis Indonesia masih tetap menjadi primadona.

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami