#SuperStory: Aku Tak Berdoa Karena Tak Percaya Tuhan - Rafaello

#SuperStory: Aku Tak Berdoa Karena Tak Percaya Tuhan - Rafaello

Lori Official Writer
400

Jarak yang cukup jauh dari rumah ke gereja sekitar 30 kilometer membuat orang tua Rafaello tidak sempat menemaninya ke sekolah.

Hal ini membuat Rafaello tidak terbiasa berdoa sendiri. Namun pada tahun 2020 yang lalu, dia mulai mengikuti sekolah minggu di GBI Family Life Center, Taman Cibodas, Tangerang. Gereja ini adalah salah satu gereja lokal yang dilayani oleh Cahaya Bagi Negeri (CBN) Indonesia.

“Kami berlima ke gereja Taman Cibodas. Biasanya naik dua motor. Karena bapaknya Rafa kan kerjanya shift satu dua tiga jadi kerjanya kalau shift malam pulang pagi gak keburu ke gereja,” ungkap mama Rafaello.

Kondisi pekerjaan yang harus dijalani oleh orangtua Rafa juga menjadi penghambat bagi Rafa pergi ke gereja bersama dengan kedua orangtuanya.

Meski begitu, sang mama mencoba untuk menyempatkan diri menemani Rafa ikut sekolah minggu.

Awal pertama kali ke gereja, Rafa dikenal sangat pemalu. Dia bahkan kerap menghindar jika diminta untuk berdoa atau maju ke depan. Sementara sang mama terus mendorong putranya tersebut untuk lebih dekat dengan Tuhan. 

“Rafa anaknya baik. Tapi kalau disuruh berdoa gak mau. Ya suatu kali saat Rafa mau makan, saya ajarkan ‘Ayo Rafa berdoa sendiri.’ ‘Gak mau ibu.’ Nah dia itu malah marah dan gak jadi makan, makannya ditinggalin malah keluar main,” ungkap sang mama.

 

Baca Juga: Anak Merasa Iri Hati? Yuk Belajar Dari Kisah Febe

 

Rupanya saat itu Rafa mengaku tidak percaya Tuhan. Dia bahkan bingung karena dia tidak tahu dengan siapa dia berdoa.

“Aku pilih main sama temen aja daripada makan. Aku gak percaya kalau Tuhan itu ada. Jadinya kalau mau berdoa aku gak tahu kalau doa itu ngomongnya sama siapa. Siapa yang dengar doaku?” ungkap Rafa.

Mendengar pengakuan Rafa, sang mama pun terpukul. Dia benar-benar gak menyangka jika putranya itu tidak percaya kalau Tuhan itu ada.

“Saya seharusnya bawa Rafa itu ke Sekolah Minggu itu sedini mungkin. Saya, “Aduh terlambat ini saya bawa Rafa ke Sekolah Minggu.”” Terang sang mama.

Namun suatu kali, Rafa pun jatuh sakit. Saat itulah untuk pertama kalinya Rafael mulai tergerak untuk berdoa sendiri. 

“Waktu aku lagi sakit, aku kasihan liat ibu. Aku terus kecapean, lalu aku inget cerita Daniel. Daniel sehari berdoa tiga kali, lalu Daniel dimasukkan ke gua singa. Dia berdoa dan singa itu jinak. Lalu Daniel selamat,” ungkapnya.

Kisah inipun menggerakkan Rafaello untuk berdoa dan meminta kesembuhan dari Tuhan. Bahkan dia percaya jika kuasa doa bisa menyembuhkan dia dari penyakit yang dia derita.

Sejak saat itu, Rafa mulai aktif mengikuti setiap kegiatan di Sekolah Minggu. Dia bahkan mengalami pertumbuhan yang pesat lewat setiap pelajaran dari program pemuridan anak Superbook di gerejanya.

“Setelah melihat kisah Daniel di Superbook, perubahan Rafa itu, saya sama bapaknya juga bersyukur banget, yang tadinya kalau disuruh berdoa aja sampai benar-benar nangis, nah sekarang dia malah yang mengingatkan kita untuk berdoa,” terangnya.

 

Baca Juga: #SUPERBOOKCLUB - Main Games Sampai Lupa Waktu, Ini Akibatnya!

 

Dengan mengikuti Sekolah Minggu Rafaello semakin mencintai Tuhan. Dia yang dulunya tidak percaya Tuhan dan pemalu, kini menjadi pribadi yang berani.

“Guru-gurunya itu tanya, “Siapa yang berani berdoa buat teman-temannya?” Nah Rafaello itu tunjuk tangan. Dia bilang, ‘Saya mau mimpin doa. Saya mau.’” terangnya.

Sejak aktif di gereja, Rafa pun menjadi semakin dekat dengan keluarganya. Dia bahkan bersyukur memiliki papa mama yang begitu menyayangi dia.   

“Aku bersyukur punya papa mama yang sayang sama aku. Dan aku percaya doa itu kuasanya besar. Dan aku sekarang selalu mengandalkan Tuhan. Dan aku selalu berdoa untuk papa mama dan kakak-kakak,” pungkasnya.

 

 

Anda diberkati dengan konten-konten kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami