#FaktaAlkitab: Di Sini Lokasi Menara Babel Dibangun

#FaktaAlkitab: Di Sini Lokasi Menara Babel Dibangun

Lori Official Writer
2226

Salah satu dari banyak kisah fantastis dalam Kitab Kejadian adalah Menara Babel. 

Menara Babel (bahasa Ibrani Migdal Bavel atau bahasa Arab Burj Babil) adalah menara tertinggi di bumi yang pernah dibangun manusia di zaman Babylonia.

Menara Babylonia ini berdiri setelah zaman Nabi Nuh pasca air bah. Penduduk pada zaman ini dianugerahi kekuatan-kekuatan fisik yang lebih dan keperawakan yang gagah dibanding dengan bangsa-bangsa lain.

Menara inilah yang dikenal hingga saat ini sebagai simbol keangkuhan dan kesombongan manusia.

 

Sejarah Menara Babel

Mitologi kuno menyebutkan bahwa dahulunya manusia hanya memiliki satu rumpun bahasa. Hingga kemudian manusia bepergian ke arah Timur dan mendirikan sebuah menara yang sangat tinggi menjulang ke langit, di sebuah tempat yang disebut Shinar.

Ada banyak kisah yang menuturkan mengenai menara ini. Di antaranya bersumber dari Kitab Taurat (Yahudi) dan Alkitab.

Kisah Menara Babel dijelaskan dalam Alkitab Perjanjian Lama yaitu di kitab Kejadian 11. Dikisahkan demikian: “Setelah peristiwa air bah, Allah memerintahkan manusia untuk ‘bertambah banyaklah serta penuhilah bumi." 

Manusia justru melakukan hal yang sebaliknya. “Juga kata mereka: Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” (Kejadian 11: 4)

 

Baca Juga: #FaktaAlkitab: Terbongkar! Rupanya Lokasi Ini Jadi Tempat Yesus Naik Ke Surga

 

Manusia memutuskan untuk membangun sebuah kota besar dan berkumpul di sana. Mereka memutuskan untuk membangun sebuah menara raksasa sebagai simbol kekuasaan mereka, untuk mencari kemuliaan dirinya. 

Sebagian besar literatur meyakini bahwa pembangunan menara Babel diprakarsai oleh Nimrod, anak dari cucu Nabi Nuh di zaman Babilon kuno, jauh tahun sebelum zaman Nebukadnezar. 

Orang tua Nimrod adalah Kush, putra Ham, anak Nuh.

 

Sejarah Pembangunan Menara Babel

Sejarah pembagunan kota itu dengan menaranya yang tinggi diceritakan dalam Kejadian 11: 1-11. 

Di sana, nama Babel diterangkan secara etimologi populer berdasarkan atas akar kata yang mirip bahasa Ibrani halal, yang artinya adalah ‘kekacauan’ atau ‘pencampuran’. Dengan demikian, Babel memiliki sinonim kata yang artinya kekacauan yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan bahasa yang merupakan bagian hukuman Tuhan atas kecongkakan manusia.

Istilah Menara Babel yang tidak ada di dalam Perjanjian Lama, biasanya menunjuk kepada menara (migdol) yang dibangun menjadi tanda tertinggi yang berhubungan dengan kota itu dan pemuja-pemujanya.

Pada umumnya, menara itu sama seperti kota yang masih belum selesai dibangun (Kejadian 11: 8). 

Ukuran lantai dasar Menara Babel adalah 90x90 meter dan tingginya menjulang ke langit. Di atas lantai dasar itu dibangun lima lantai, dimana tiap lantai tingginya 6-18 meter. Bentuk menara inipun semakin mengerucut ke atas. 

Sebagai mahkota dari bangunan itu, di tingkat yang paling atas terdapat bangunan kuil yang di masa itu digunakan sebagai tempat kehadiran sang dewa yang berurusan dengan manusia.

 

Baca Juga: Fakta Alkitab: Para Raksasa

 

Sarana penghubung adalah tangga atau jalan landai. Bagan paling akhir dari suatu ziggurat bertingkat tujuh menunjukkan bahwa tingginya sama dengan lebar dasarnya, dimana ada sebuh kuil berbentuk kubus yang terletak di bagian puncaknya.

Ziggurat-ziggurat yang serupa terdapat di Asyur, Ur, Calah, Erekh dan Niniwe.

Ziggurat Babel dirusak oleh Xerxes pada tahun 472 SM. Dan Alexander Agung membersihkan puing-puingnya dengan maksud untuk membangunnya kembali. Tapi dibatalkan setelah dia meninggal.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban Channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami