Saya Dikurung di Kandang Babi – Cyntia Neva

Saya Dikurung di Kandang Babi – Cyntia Neva

Claudia Jessica Official Writer
754

Desa Bawomataluo adalah sebuah desa yang terletak di Nias Selatan. Desa yang terkenal akan budayanya ini, menyimpan banyak sekali kisah, termasuk kisah perubahan anak-anak. Salah satunya adalah seorang anak berusia 7 tahun yang bernama Cyntia Neva Delci Sihura.

Sebagai seorang anak yang sangat aktif, hari-hari Neva selalu dipenuhi dengan berbagai kegiatan. Setiap kali selesai sekolah, Neva selalu mengikuti pelajaran di School of Life di desa Bawomataluo yang didukung oleh Cahaya Bagi Negeri. Setelah itu, Neva menghabiskan sisa harinya dengan bermain keliling kampung. Tak jarang Neva bermain di belakang rumah bersama teman-teman laki-lakinya.

Neva memiliki kepribadian yang keras sehingga sangat sulit bagi orang tuanya untuk menasihatinya. Neva juga merupakan anak yang sulit untuk meminta maaf. Banyak nasihat yang diberikan oleh orang tuanya. Namun sayangnya, Neva tidak pernah menghiraukannya. Pergaulan Neva yang lebih banyak bermain bersama anak laki-laki membuat ibu dan ayahnya khawatir.

Hingga suatu hari, Neva harus menerima tindakan disiplin yang sangat keras dari orang tuanya dimana Neva dikurung di dalam kandang babi. Meski demikian, orang tua Neva menyadari bahwa tindakan mereka tidak benar. Sayangnya, Neva sudah terlebih dahulu menyimpan amarah dan rasa sakit hati terhadap ayah dan ibunya.

 

 

BACA JUGA: Tidak Mau Masuk Timnas, Saya Merasa Seperti Menjadi Nabi Yunus – Osvaldo Haay

 

Ketika mengikuti School of Life, akhirnya Neva berani terbuka menyuarakan perasaannya selama ini.

“Waktu itu, kami diajarkan tentang sedih, marah, dan senang. Saya bercerita waktu itu saya marah sama mama,” cerita Neva.

Lewat pengakuan tersebut, guru-guru di School of Life memberikan perhatian lebih terhadap Neva untuk membimbingnya agar dia mau mengampuni kedua orang tuanya.

Melalui bimbingan tersebut, Neva akhirnya mampu menyadari kesalahannya dan memberanikan diri untuk meminta maaf.

“Dia, mengakui kesalahannya pada saat itu. Dia bilang, ‘Saya tidak mau lagi main di belakang rumah’” cerita ibu Neva.

“Saya sangat senang ketika Neva masuk School of Life karena dia berubah. Dia sudah bisa bergaul dengan anak-anak perempuan lainnya dan tidak sama laki-laki lagi dan sekarang, jika ditegur, dia menurut,” jelas ayah Neva.

Saat ini, hubungan Neva bersama kedua orangtuanya terus membaik. Neva terus belajar untuk taat dan menghormati kedua orangtuanya.

“Saya berterimakasih kepada Tuhan Yesus karena ada program SOL di gereja kami dari CBN,” ungkap Neva.

 

Terimakasih kepada mitra CBN yang telah mendukung pelayanan School of Life dan memberikan dampak nyata bagi anak-anak di desa Bawomataluo.

Bagi Anda yang rindu terlibat dalam pelayanan ini untuk memberkati dan mengubah hidup lebih banyak orang melalui program-program CBN, mari bergabung bersama kami. Daftarkan diri Anda menjadi mitra CBN, klik tombol di bawah:

DAFTAR

Sumber : jawaban channel
Halaman :
1

Ikuti Kami