3 Pandangan Keliru Orang Kristen Soal Rajin ke Gereja

3 Pandangan Keliru Orang Kristen Soal Rajin ke Gereja

Lori Official Writer
47060

Dalam sebuah adegan di film Kristen berjudul The Shack, menggambarkan percakapan antara Yesus dan Mack. Mack melemparkan pertanyaan sederhana kepada Yesus. Dengan bahasa sederhananya Mack bertanya, “Ngomong-ngomong kamu dikenal nggak terlalu peduli dengan agama ya?” Lalu Yesus menjawab, “Ya, karena aku sendiri tidak menganut agama Kristen.”

Percakapan ini tentu saja berkaitan dengan judul artikel ini. Kita yang mengaku sebagai orang Kristen sejak kecil diajarkan supaya rajin ke gereja. Kita melakukannya tanpa tahu pasti kenapa kita harus melakukannya. Sama hal dengan menjadi Kristen tapi tidak mengenal Tuhan yang dipercayainya. Kita berpikir bahwa beribadah setiap minggunya adalah kewajiban bagi orang-orang yang mengaku Kristen. Alasan lainnya bahkan lebih parah, supaya tidak dinilai sebagai Kristen KTP saja. Banyak juga orang Kristen yang berpikir supaya diselamatkan, mereka harus rajin ke gereja dan aktif melayani. Alangkah kaburnya pemahaman Kristen yang demikian. Karena jika demikian kita ternyata tak jauh berbeda dengan orang-orang yang tak beriman.

 

Baca Juga: 4 Cara Makin Dekat Dengan Tuhan Selain Hadiri Ibadah Gereja

 

Tanpa kita sadari, kita hanya mencari Tuhan di gedung gereja saja. Ada yang bilang kalau jarang ke gereja berarti dia tak lagi beriman, jauh dari Tuhan dan bahkan melepaskan keselamatan yang sudah diterimannya.

Bukan berarti rajin ke gereja itu tidak penting. Ya, tentu saja sangat penting. Hanya saja pandangan keliru di atas justru membuat kita mengaburkan tujuan gereja yang sebenarnya.

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa keselamatan adalah berkat kasih karunia melalui iman dan juga karya penebusan Kristus lah yang mengerjakannya bagi kita (Efesus 2: 8-9; Kisah 4: 12). Tindakan atau perbuatan kita bukanlah jalan untuk memperolehnya.

Berikut 3 pandangan keliru soal rajin ke gereja yang perlu orang Kristen pahami:

Pertama, pemahaman salah soal Tuhan sebagai Allah Bapa

Banyak orang Kristen yang merasa sebagai yatim piatu. Karena itu kita menyodorkan diri untuk diangkat oleh Tuhan sebagai anaknya. Tapi hal ini tidak berlaku saat kita sudah menerima Kristus karena secara otomatis kita diangkat sebagai anak-anak Allah. Kita tidak harus memaksakan diri atau berusaha untuk mendapatkan pelukan kasih-Nya.

“Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya..” (Efesus 1: 5)

 

Baca Juga: 9 Sikap yang Harusnya Jemaat Gereja Tunjukkan Saat Orang Baru Pertama Datang Ibadah

 

Kedua, banyak orang Kristen tidak memahami karya penebusan Kristus

Pekerjaan penebusan Tuhan Yesus adalah tindakan yang sempurna, karena karya penebusan Yesus adalah jalan perdamaian yang dipilih Tuhan atas dosa (1 Yohanes 2: 2). Karena itu, kita tidak perlu menambahkan apapun atas pekerjaan Kristus untuk memastikan bahwa kita diselamatkan. Karya penebusan-Nya sudah cukup untuk menjamin keselamatan kita. Kita hanya perlu percaya, bertobat dari dosa-dosa kita dan membiarkan karya-Nya yang sempurna berbuah atas hidup kita melalui ketaatan kita kepada-Nya.

Ketiga, pemahaman yang salah soal Roh Kudus

Tuhan menganugerahkan kita Roh Kudus sebagai jaminan bahwa kita diselamatkan. Dia adalah bukti bahwa kita adalah milik Tuhan yang sudah dilepaskan dari belenggu dosa dan dikuduskan sampai kita kelak kembali ke rumah baka. Melalui pertolongan Roh Kudus kita bisa menjalani hidup di dunia ini dengan jalan yang kudus (Galatia 5: 16-18). Sementara, pelayanan gereja tidak mampu mengerjakannya dalam hidup kita.

 

Jadi untuk apa gereja itu?

Kita berada dalam persekutuan dengan orang percaya lainnya karena kita adalah sesama orang percaya yang dipersatukan dalam Kristus. Karena itulah kita harus hidup dalam persekutuan dengan orang-orang seiman (Ibrani 10: 25). Kita tidak berlomba-lomba ke gereja supaya kita memperoleh keselamatan. Sebaliknya, sebagai tubuh Kristus kita bisa saling mengingatkan tentang keselamatan yang sudah Tuhan berikan. Kita bisa saling membangun satu sama lain sebagai tubuh Kristus. Rajin ke gereja dan menyembah Tuhan bukanlah cara supaya kita bisa diselamatkan. Sebaliknya, kita menyembah Tuhan karena hal itu adalah cara atau bentuk ucapan syukur kita atas karya keselamatan yang kita sudah terima.

 

Baca Juga: 3 Kata Ibrani Ini Harus Ada Dalam Hidup Orang Kristen di Masa Ini

 

Jadi, alasan utama kita rajin ke gereja harusnya adalah sebagai respon alami atas keselamatan yang sudah kita terima, bukan sebaliknya.

 

 

Apakah Anda butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini: https://bit.ly/ButuhDukunganDoa

 

 

Sumber : Christiantoday.com | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami